Prabowo di Nuzulul Qur'an: Korupsi Harus Dihilangkan, Itu Ajaran Agama

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemberantasan korupsi adalah ajaran agama dalam peringatan Nuzulul Qur'an 2026 di Istana Negara. Simak poin penting pidatonya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 10:15 WIB
Prabowo di Nuzulul Qur'an: Korupsi Harus Dihilangkan, Itu Ajaran Agama

Prabowo di Nuzulul Qur'an: Korupsi Harus Dihilangkan, Itu Ajaran Agama

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa praktik korupsi harus sepenuhnya dihilangkan dari bumi Indonesia. Menurutnya, pemberantasan rasuah bukan sekadar tugas negara, melainkan bagian dari implementasi ajaran agama dan pelajaran berharga dari sejarah dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

"Kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, dan semua praktik tidak benar yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah," tegas Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa sejarah telah membuktikan tidak ada negara yang mampu mencapai kesuksesan jika pemerintahnya gagal membersihkan diri dari praktik korupsi. Baginya, penyalahgunaan kekuasaan adalah ancaman nyata bagi kemajuan bangsa.

Menjaga Kekayaan Bangsa Selain menyoroti korupsi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kekayaan alam yang melimpah kepada Indonesia, sehingga tidak boleh ada rakyat yang hidup dalam kemiskinan atau kelaparan.

"Kita tidak boleh mengizinkan ada rakyat kita yang terlantar. Kita mampu (sejahtera), karena kita telah diberikan kekayaan yang cukup oleh Yang Maha Kuasa," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil kekayaan negara demi kepentingan pribadi atau kelompok, terutama mereka yang membawa modal ke luar negeri.

"Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan membiarkan bangsa Indonesia dalam keadaan lemah," tambah Presiden.

Ajakan Persatuan Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama, untuk bersatu mengamankan masa depan rakyat. Ia berkomitmen untuk terus menegakkan kebenaran dan keadilan demi memulihkan perekonomian nasional.

Baca Juga: Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor

"Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras. Saya mohon doa dan dukungan terus. Kita akan berhasil mengatasi semua kesulitan dan memberantas mereka yang selama ini merusak perekonomian kita," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) bulan Juni 2026 turun menjadi 83,45 dolar AS per barel. Penurunan dipicu redanya ten...

news | 12:27 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Sidang Kabinet Paripurna digelar di Istana Negara pada Senin sore untuk mengevaluasi ...

news | 12:22 WIB

Menko Infrastruktur AHY membeberkan empat klaster utama pembangunan Bali yang mencakup pariwisata, konektivitas, lingkun...

news | 12:19 WIB

Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) mendesak pengacara Hotman Paris minta maaf usai sebut wartawan tak punya otak s...

news | 07:30 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman siap mempercepat program peremajaan tebu nasional untuk mencapai target swasembada...

news | 06:15 WIB