Prabowo di Nuzulul Qur'an: Korupsi Harus Dihilangkan, Itu Ajaran Agama

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemberantasan korupsi adalah ajaran agama dalam peringatan Nuzulul Qur'an 2026 di Istana Negara. Simak poin penting pidatonya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 10:15 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam agenda Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (ANTARA/Andi Firdaus)

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam agenda Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (ANTARA/Andi Firdaus)

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa praktik korupsi harus sepenuhnya dihilangkan dari bumi Indonesia. Menurutnya, pemberantasan rasuah bukan sekadar tugas negara, melainkan bagian dari implementasi ajaran agama dan pelajaran berharga dari sejarah dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

"Kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, dan semua praktik tidak benar yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah," tegas Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa sejarah telah membuktikan tidak ada negara yang mampu mencapai kesuksesan jika pemerintahnya gagal membersihkan diri dari praktik korupsi. Baginya, penyalahgunaan kekuasaan adalah ancaman nyata bagi kemajuan bangsa.

Menjaga Kekayaan Bangsa Selain menyoroti korupsi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kekayaan alam yang melimpah kepada Indonesia, sehingga tidak boleh ada rakyat yang hidup dalam kemiskinan atau kelaparan.

"Kita tidak boleh mengizinkan ada rakyat kita yang terlantar. Kita mampu (sejahtera), karena kita telah diberikan kekayaan yang cukup oleh Yang Maha Kuasa," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil kekayaan negara demi kepentingan pribadi atau kelompok, terutama mereka yang membawa modal ke luar negeri.

"Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan membiarkan bangsa Indonesia dalam keadaan lemah," tambah Presiden.

Ajakan Persatuan Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama, untuk bersatu mengamankan masa depan rakyat. Ia berkomitmen untuk terus menegakkan kebenaran dan keadilan demi memulihkan perekonomian nasional.

Baca Juga: Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor

"Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras. Saya mohon doa dan dukungan terus. Kita akan berhasil mengatasi semua kesulitan dan memberantas mereka yang selama ini merusak perekonomian kita," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut lemahnya kaderisasi parpol memicu mahar politik. Simak usulan KPK mulai dari jenjang kader hingga batasan m...

news | 15:32 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dirut KAI meninjau progres pembangunan 824 unit hunian layak bagi warga bantaran rel Senen...

news | 14:58 WIB

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut...

news | 14:51 WIB

Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak menganggap pengkritik sebagai musuh, menyusul pelap...

news | 14:15 WIB

KPK menyerahkan hasil kajian tata kelola parpol kepada Presiden Prabowo dan DPR. Simak 3 rekomendasi utama KPK termasuk ...

news | 14:00 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak PBB mengevaluasi total perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon menyusul gugurny...

news | 13:15 WIB

KPK memeriksa Direktur PT Marco Tour and Travel Syarif Thalib terkait dugaan jual beli kuota haji 2023-2024 yang merugik...

news | 11:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta setujui penambahan 5.000 personel Satpol PP untuk kurangi beban kerja. Simak penjelasan Wagub Rano K...

news | 10:15 WIB

Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 resmi dirilis untuk memberikan stabilitas dan kepastian hukum bagi investor di proyek karbo...

news | 09:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi 'survival mode' RI. Pemerintah fokus hapus inefisiensi dan tutup kebocoran p...

news | 06:00 WIB