Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap strategi 'survival mode' RI. Pemerintah fokus hapus inefisiensi dan tutup kebocoran pajak demi jaga ekonomi.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 25 April 2026 | 06:00 WIB
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi

Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi

matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia kini tengah menjalankan 'survival mode' atau mode bertahan di tengah tekanan ekonomi global yang kian dinamis. Strategi ini menuntut optimalisasi seluruh sumber daya tanpa menyisakan ruang bagi kebijakan yang tidak efektif.

“Artinya, kita tidak boleh main-main lagi. Kita tidak memiliki ruang atau kemewahan (luxury) untuk menyia-nyiakan peluang yang ada,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4).

Purbaya menjelaskan, dalam kerangka survival mode, setiap kebijakan fiskal dan program ekonomi harus dijalankan secara serius serta terukur. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko bagi perekonomian nasional.

Ia memastikan Kementerian Keuangan akan memaksimalkan seluruh instrumen fiskal guna menjamin program pemerintah berjalan efektif dan terpantau ketat.

Langkah ini sejalan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.

Satgas tersebut bertugas mengawal percepatan program, termasuk melakukan terobosan untuk mengatasi hambatan birokrasi atau debottlenecking dalam implementasi kebijakan.

"Semua itu akan diawasi dalam satu satgas, termasuk upaya debottlenecking. Itulah esensi dari survival mode," tutur Purbaya.

Lebih lanjut, Menkeu menekankan pentingnya menutup celah inefisiensi, terutama terkait kebocoran penerimaan negara. Fokus utama perbaikan akan diarahkan pada sektor kepabeanan dan perpajakan. Purbaya memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik inefisiensi yang disengaja.

Meskipun kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menunjukkan kemajuan, Menkeu menilai perbaikan sistem tetap menjadi prioritas utama untuk menutup potensi kebocoran yang masih ditemukan.

"Walaupun sudah maju, kami melihat masih ada celah kebocoran di sana-sini yang harus ditutup. Itulah yang kami maksud dengan survival mode," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB