DPR: Manfaatkan Pelemahan Ekonomi Singapura, Batam Harus Jadi Alternatif Strategis

Anggota DPR Hendry Munief soroti tren warga Singapura belanja ke Batam akibat pelemahan ekonomi. Simak peluang dan risiko inflasi bagi warga lokal.

Elara | MataMata.com
Kamis, 12 Februari 2026 | 06:00 WIB
Hendry Munief dalam kunjungan spesifik ke Kota Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/HO-Hendry Munief)

Hendry Munief dalam kunjungan spesifik ke Kota Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/HO-Hendry Munief)

Matamata.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendesak pemerintah untuk segera menangkap peluang strategis di tengah pelemahan ekonomi yang tengah melanda Singapura.

Menurutnya, kondisi ini merupakan momentum emas bagi Indonesia, khususnya Kota Batam, untuk memposisikan diri sebagai alternatif utama bagi para pengusaha dan masyarakat dari negara tetangga tersebut.

"Kondisi Singapura saat ini harus kita lihat sebagai peluang. Pemerintah perlu mempersiapkan segala instrumen agar Indonesia menjadi alternatif terbaik bagi pengusaha dan masyarakat yang selama ini berbasis di Singapura," ujar Hendry dalam keterangan tertulisnya saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII ke Batam, Rabu (11/2).

Hendry mencatat, ekonomi Batam menunjukkan geliat signifikan seiring melandainya kondisi ekonomi Singapura. Sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang berbatasan langsung secara geografis, Batam kini menjadi magnet utama bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Batam periode Januari–Agustus 2025 telah menembus angka 1 juta orang. Menariknya, sekitar 50 hingga 65 persen dari total kunjungan tersebut berasal dari Singapura.

Fenomena Belanja Mingguan Warga Singapura Melemahnya ekonomi Singapura memicu tren baru: warga Singapura kini rutin menyeberang ke Batam pada akhir pekan hanya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga barang kebutuhan di Singapura yang kian tak terjangkau.

"Saat ini terjadi shopping tourism. Rata-rata lama tinggal wisman hanya sekitar 1,86 hari. Mereka datang untuk belanja singkat karena harga barang di Singapura sudah sangat tinggi," jelas Hendry.

Meski berdampak positif pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel yang mencapai 53,82 persen pada Agustus 2025, Hendry memberikan catatan kritis. Ia menyoroti fenomena "orang kapal" atau perantara lintas batas yang membeli barang dalam jumlah besar untuk dibawa ke Singapura.

Waspadai Risiko Inflasi dan Kelangkaan Hendry memperingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan regulasi yang ketat, fenomena ini dapat merugikan warga lokal. Pembelian barang dalam skala besar oleh wisman berisiko mengganggu jalur distribusi dan memicu kelangkaan barang di Batam.

"Ada indikasi tekanan harga barang di Batam saat ini. Meskipun masalah kelangkaan ini masih bersifat spesifik dan temporer, potensinya bisa membesar jika tidak dikelola. Kita minta pemerintah pusat tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut," tegasnya.

Baca Juga: KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Yaqut Cholil Qoumas Sesuai Prosedur Hukum

Ia berharap pemerintah segera menata regulasi agar lonjakan kunjungan ini tidak hanya menguntungkan sektor jasa dan perhotelan, tetapi juga tetap menjamin stabilitas harga dan ketersediaan barang bagi masyarakat lokal di Batam. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko Muhaimin Iskandar mendorong BUMN gunakan dana CSR untuk cetak lulusan SMK berstandar global. Sebanyak 200 PMI resm...

news | 06:00 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melantik 11 pejabat baru dan menginstruksikan pemangkasan prosedur birokrasi demi efisiensi...

news | 15:30 WIB

KPK menyebut pengusaha Muhammad Suryo mangkir dari panggilan saksi terkait kasus korupsi Bea Cukai. Simak kronologi dan ...

news | 14:15 WIB

Kemkomdigi melaporkan 100 persen layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara pulih dalam 24 jam pascagempa M 7,6 di Bitung....

news | 13:15 WIB

DK PBB segera voting resolusi pengamanan Selat Hormuz 3 April 2026. Resolusi mencakup izin penggunaan kekuatan militer u...

news | 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk mempercepat pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat s...

news | 11:15 WIB

Dirut Pupuk Indonesia menegaskan prioritas utama adalah petani lokal di tengah lonjakan harga urea global akibat konflik...

news | 10:15 WIB

KPK agendakan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah biro haji (PIHK) pekan depan terkait kasus korupsi kuota haji yang m...

news | 09:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi menarik stok beras darurat di bandara dan pelabuhan Sumatera seiring pulihnya jal...

news | 08:30 WIB

GCC mendesak DK PBB segera amankan Selat Hormuz menyusul blokade Iran. Penutupan jalur maritim vital ini picu kenaikan h...

news | 07:00 WIB