Beijing Tegaskan Isu Taiwan Urusan Dalam Negeri, Respons Klaim Donald Trump

Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri merespons keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait isu kedaulatan Taiwan. Beijing menegaskan bahwa penyelesaian masalah Taiwan adalah hak sepenuhnya rakyat China tanpa camp

Elara | MataMata.com
Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:00 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (9/1/2025). /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (9/1/2025). /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Matamata.com - Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri merespons keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait isu kedaulatan Taiwan. Beijing menegaskan bahwa penyelesaian masalah Taiwan adalah hak sepenuhnya rakyat China tanpa campur tangan pihak luar.

"Isu Taiwan sepenuhnya merupakan urusan dalam negeri China. Cara penyelesaiannya adalah urusan rakyat China sendiri dan tidak menoleransi campur tangan pihak luar," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (10/1).

Pernyataan ini muncul setelah Donald Trump, dalam wawancaranya dengan The New York Times, mengeklaim memiliki pengaruh terhadap kebijakan Presiden Xi Jinping. Trump menyebut Xi tidak akan mencoba mengambil alih Taiwan selama dirinya menjabat sebagai Presiden AS.

"Dia (Presiden Xi Jinping) mungkin akan melakukannya setelah kita punya presiden yang berbeda, tetapi saya tidak merasa dia akan melakukannya saat saya menjadi presiden," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump juga menambahkan bahwa ia telah menyampaikan pesan langsung kepada Xi. "Itu terserah dia (Xi), apa yang akan dia lakukan. Namun, saya telah menyampaikan kepadanya bahwa saya akan sangat tidak senang jika dia melakukan itu," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Mao Ning kembali menekankan posisi dasar Beijing. "Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China," tegasnya.

Tensi antara kedua negara terus memanas, terutama setelah AS menyetujui penjualan senjata ke Taiwan senilai lebih dari 11 miliar dolar AS (sekitar Rp183,9 triliun) pada 17 Desember 2025. Paket tersebut mencakup 82 unit sistem roket HIMARS, lebih dari 1.000 rudal antitank Javelin, serta 60 sistem howitzer swagerak.

Pemerintah China telah melayangkan protes keras atas transaksi tersebut. Sebagai bentuk balasan, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menggelar latihan militer besar-besaran mengelilingi Pulau Taiwan pada 29 Desember 2025 lalu.

Selain kekuatan militer, Beijing juga menerapkan sanksi ekonomi terhadap 20 perusahaan militer AS dan 10 eksekutif puncaknya sebagai respons atas dukungan persenjataan terhadap Taiwan yang dianggap China sebagai kekuatan separatis. (Antara)

Baca Juga: DPR Ingatkan Sekolah: Segera Daftarkan Siswa Berprestasi di SNBP 2026, Jangan Sampai Lalai!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenag segera bentuk Ditjen Pesantren untuk kelola 42 ribu lembaga secara mandiri. Simak progres Perpres dan manfaatnya...

news | 16:00 WIB

Anggota DPR Amelia Anggraini minta Kemenlu petakan WNI di Meksiko dan siapkan jalur evakuasi usai kerusuhan pecah akibat...

news | 14:36 WIB

Baznas RI menetapkan nisab zakat penghasilan 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan. Simak aturan terbaru dan perhitungannya...

news | 14:25 WIB

Menaker Yassierli targetkan Magang Nasional 2026 menjangkau seluruh provinsi. Cek info pemerataan magang di luar Jawa da...

news | 13:00 WIB

Menko AHY ingatkan risiko ekspansi data center terhadap pasokan air. Retno Marsudi ungkap pusat data butuh jutaan liter ...

news | 12:00 WIB

Momen hangat Presiden Prabowo Subianto menyapa diaspora dan mahasiswa Indonesia di Amman, Yordania. Disambut anak-anak b...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto tiba di Amman, Yordania, disambut Putra Mahkota Pangeran Hussein. Simak agenda pertemuan bilat...

news | 10:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sepakat dengan DPR untuk menunda impor 105.000 pikap India demi mendukung industri dalam neg...

news | 08:15 WIB

King Nassar bersiap gelar konser tunggal 2026. Mulai dari rutin jalan kaki, target turun berat badan 10 kg, hingga siapk...

news | 07:15 WIB

ICW mendesak KPK mengawasi 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Diduga ada potensi konflik kepentingan da...

news | 06:15 WIB