Mendes Yandri Usul Setop Izin Minimarket Baru demi Hidupkan Koperasi Desa

Mendes Yandri Susanto usulkan setop izin minimarket baru di desa. Simak alasan di balik kebijakan perlindungan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 24 Februari 2026 | 21:00 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri acara Kolaborasi Kopdes Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan di Desa Ranjeng, Serang, Banten, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri acara Kolaborasi Kopdes Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan di Desa Ranjeng, Serang, Banten, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT.

Matamata.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengusulkan penghentian pemberian izin baru bagi pendirian minimarket modern di wilayah pedesaan. Langkah ini diambil guna memproteksi unit usaha warga serta menghidupkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Mendes Yandri menjelaskan, usulan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat desa, khususnya pedagang toko kelontong yang mengeluhkan ketatnya persaingan dengan jaringan ritel modern yang merambah hingga pelosok.

"Saat di Komisi V saya sampaikan, untuk minimarket yang sudah ada silakan jalan. Saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Namun, yang saya minta adalah penyetopan izin baru. Jangan sampai ekspansi ini mematikan usaha rakyat di desa," tegas Yandri saat memberikan sambutan pada agenda Kolaborasi Kopdes Merah Putih di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).

Kebijakan ini, menurut Yandri, sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto mengenai pemerataan ekonomi dari level bawah.

Ia menekankan bahwa Kopdes Merah Putih memiliki keunggulan kompetitif bagi desa, di mana sedikitnya 20 persen keuntungan akan masuk sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD).

"Sisa Hasil Usaha (SHU) nantinya kembali dikelola dan dimanfaatkan untuk rakyat desa. Koperasi Desa Merah Putih adalah alat jitu untuk memastikan pemerataan ekonomi itu benar-benar hadir," tambahnya.

Lebih lanjut, Yandri mengingatkan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bersinergi memperkuat ekonomi desa guna menekan angka urbanisasi serta dampak sosial lainnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ribuan warga Makassar memadati Masjid 99 Kubah untuk mengikuti program buka puasa bersama Raja Salman dari Kerajaan Arab...

news | 22:11 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi targetkan perbaikan jalan rusak jalur mudik rampung H-10 Lebaran 2026. Simak strategi pemerintah...

news | 20:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas membela kebijakan kuota haji sebagai upaya menjaga keselamatan jiwa. Sidang praperadila...

news | 13:13 WIB

Wakil Ketua MPR HNW dukung OKI kecam Dubes AS Mike Huckabee terkait klaim perluasan wilayah Israel. HNW desak RI pertimb...

news | 12:00 WIB

Kemnaker menjatuhkan denda total Rp4,48 miliar kepada 12 perusahaan pelanggar aturan TKA di 6 provinsi selama Januari-Fe...

news | 11:15 WIB

Presiden Prabowo instruksikan BOPPJ percepat rencana induk (master plan) perlindungan Pantura Jawa melalui proyek Tanggu...

news | 09:00 WIB

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid, menekankan pentingnya adab d...

news | 08:15 WIB

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai pada Januari 2026 mencapai Rp22,6 t...

news | 07:15 WIB

Pemerintah Provinsi Riau menerima tambahan dukungan logistik sebanyak 15 ton garam semai untuk memperkuat Operasi Modifi...

news | 06:00 WIB

Perum Bulog bakal bangun gudang 2-3 hektare di Kampung Haji Arab Saudi. Fasilitas ini akan jadi kawasan berikat untuk du...

news | 17:15 WIB