Ubah Limbah Banjir Jadi Hunian, Kemenhut Sulap Kayu Hanyutan Aceh-Sumut untuk Warga

Kemenhut optimalkan ratusan batang kayu hanyutan banjir di Aceh dan Sumut untuk bangun huntara warga. Simak detail pemanfaatan kayu sesuai SK Menhut No. 863/2025.

Elara | MataMata.com
Kamis, 08 Januari 2026 | 12:00 WIB
Petugas beristirahat di dekat pembangunan huntara menggunakan kayu terseret banjir di Aceh Utara, Aceh. ANTARA/HO-Kemenhut

Petugas beristirahat di dekat pembangunan huntara menggunakan kayu terseret banjir di Aceh Utara, Aceh. ANTARA/HO-Kemenhut

Matamata.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan ratusan batang kayu yang terseret banjir di wilayah Sumatra akan dioptimalkan untuk membantu pemulihan warga terdampak bencana. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat penyediaan material bangunan darurat di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menyatakan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan tersebut dilakukan secara tertib dan terkontrol. Dasar hukum kebijakan ini merujuk pada Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 863 Tahun 2025.

"Dengan dukungan alat berat, pemilahan kayu hanyutan bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Kayu yang layak kami manfaatkan untuk kebutuhan darurat warga," ujar Subhan dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).

Di Kabupaten Aceh Utara, pendataan hingga Selasa (6/1) menunjukkan terdapat 454 batang kayu layak pakai dengan volume mencapai 730,95 meter kubik.

Kemenhut bersama TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan 35 unit alat berat untuk membersihkan pemukiman warga sekaligus memilah kayu di aliran sungai.

Kayu-kayu tersebut dialokasikan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dengan desain hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM). Hingga saat ini, sebanyak 28,86 meter kubik kayu telah digunakan untuk membangun tiga unit huntara, dengan satu unit di antaranya telah rampung berdiri.

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pembersihan melibatkan 20 alat berat dan 10 unit dump truck. Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, memastikan pengawasan ketat agar kayu tersebut tepat sasaran.

"Sebanyak 430 keping kayu olahan dengan volume 6,95 meter kubik telah dimanfaatkan sebagai alas lantai untuk 267 unit tenda darurat. Penatausahaan terus dilakukan agar pemanfaatan sesuai ketentuan," kata Novita.

Kebijakan pemanfaatan kayu sisa bencana ini tertuang dalam SK Menhut No. 863/2025 yang mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Regulasi ini bertujuan mempercepat rehabilitasi pascabencana dengan memangkas birokrasi penggunaan material kayu yang berasal dari kawasan hutan namun hanyut akibat fenomena alam.

Baca Juga: BGN Ingatkan Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Dapat Makan Bergizi Gratis

Pemerintah menjamin bahwa kayu yang diambil hanyalah kayu hanyutan yang mengganggu aliran sungai atau pemukiman, sehingga tidak mengganggu ekosistem hutan yang masih berdiri. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum yang menjerat tig...

news | 15:15 WIB

Iran meluncurkan serangan rudal dan UAV besar-besaran ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahra...

news | 14:15 WIB

Otorita IKN (OIKN) memprioritaskan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada 2026. Simak target pemindahan 4.000 ...

news | 13:15 WIB

Antisipasi krisis energi akibat blokade Selat Hormuz, Pemerintah Korea Selatan resmi terapkan sistem ganjil-genap kendar...

news | 12:15 WIB

Ombudsman RI meminta dukungan Komisi II DPR untuk realisasi anggaran pengawasan program prioritas seperti Makan Bergizi ...

news | 11:15 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Donan, Cilacap. Simak fungsinya untuk pe...

news | 10:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar Rp173 triliun dari Korea Selatan, mencakup sek...

news | 09:15 WIB

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. S...

news | 08:15 WIB

Malaysia resmi berlakukan WFH bagi pegawai pemerintah mulai 15 April 2026 demi hemat BBM. Simak perbandingannya dengan k...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo tiba di Jakarta usai lawatan ke Jepang & Korsel. Membawa komitmen investasi Rp380 triliun dan 10 MoU st...

news | 06:00 WIB