BGN Ingatkan Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Dapat Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) tegaskan guru, tenaga TU, hingga petugas kebersihan sekolah wajib dapat Makan Bergizi Gratis mulai 2026 sesuai Perpres 115/2025.

Elara | MataMata.com
Kamis, 08 Januari 2026 | 10:30 WIB
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah satu siswa SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis (8/1/2026) pada penyaluran MBG hari pertama di sekolah tahun 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah satu siswa SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis (8/1/2026) pada penyaluran MBG hari pertama di sekolah tahun 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memastikan seluruh guru serta tenaga kependidikan mendapatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini menyusul dimulainya kembali program MBG secara serentak pada hari pertama sekolah di tahun 2026.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa perluasan penerima manfaat ini telah diatur secara resmi dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025.

"Semua guru harus dapat, sudah tertuang dalam Perpres. Masa di sekolah ini belum dapat? Harus dijalankan ya. Semua tenaga pendidik, termasuk tenaga kebersihan dan staf Tata Usaha (TU) juga harus dapat," ujar Nanik saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dalam kunjungannya, Nanik juga menginstruksikan SPPG untuk lebih kreatif dalam menyusun menu makanan. Ia menyarankan agar sumber protein tidak hanya terpaku pada telur, tetapi juga memanfaatkan ikan seperti lele guna menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi siswa.

"Mungkin mereka ingin ikan lele, jangan telur terus. Kalau permintaan (telur) terlalu banyak, harganya bisa naik. Untuk menjaga itu, ganti dengan ikan," tuturnya.

Program MBG di tahun 2026 ini menunjukkan skala yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, BGN mencatat telah membangun 19.188 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani 55,1 juta penerima, mulai dari siswa, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menargetkan cakupan penerima manfaat ini melonjak hingga 82,9 juta orang pada Februari 2026 mendatang.

Suasana haru sempat mewarnai kunjungan tersebut saat Nanik berinteraksi dengan Jihan, siswi Kelas X Teknik Konstruksi Perumahan (TKP). Jihan tampak menangis terharu saat menerima paket makanan bergizi tersebut.

"Enggak apa-apa, makanya setelah dapat MBG ini harus lebih semangat lagi sekolahnya," ucap Nanik memberikan semangat.

Merespons arahan BGN, Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat, Adiwiyata Bima Saraswata, menyatakan kesiapannya untuk segera meningkatkan cakupan distribusi. Pihaknya berkomitmen agar dalam waktu dekat, seluruh elemen di lingkungan sekolah, termasuk tenaga pendukung, dapat menikmati fasilitas MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketum MUI Anwar Iskandar bertemu Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah Al Amoudi. Indonesia tegaskan posisi tolak penjajahan ...

news | 15:00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membentuk unit PJLP khusus untuk menangani populasi ikan sapu-sapu yang mer...

news | 14:00 WIB

Bareskrim Polri ungkap hasil mediasi kasus pencemaran nama baik Azizah Salsha. YouTuber Resbob dan Bigmo sepakat berdama...

news | 12:42 WIB

Kemenhub mengonfirmasi pilot dan 7 penumpang helikopter Airbus H130 PK-CFX meninggal dunia setelah jatuh di hutan Sekada...

news | 12:15 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menginstruksikan SPPG untuk menyerap bahan pangan dari BUMDes dan UMKM desa guna mendukung p...

news | 11:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi dan LPG tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 atas arahan P...

news | 10:15 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia raih Swasembada Plus di tahun 2026. Stok beras Bulog tembus 4,8 juta ton...

news | 09:15 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman siapkan anggaran Rp5 triliun untuk program pompanisasi. Strategi Irigasi Perpompaan ini ditar...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera eksekusi tambang ilegal di kawasan hutan lin...

news | 07:15 WIB

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menegaskan Kerajaan menolak wilayahnya dijadikan basis serangan ke Iran dan menyerukan ...

news | 06:00 WIB