Kementerian ESDM: Konflik Venezuela Tak Berdampak Signifikan pada Harga Minyak Dunia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan gejolak politik dan militer yang tengah melanda Venezuela tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak mentah maupun peta perdagangan minyak dunia saat ini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 06 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi - Kilang minyak milik perusahaan negara PDVSA di Caracas, Venezuela. ANTARA/REUTERS/Carlos Garcia/aa. (Reuters/Carlos Garcia)

Ilustrasi - Kilang minyak milik perusahaan negara PDVSA di Caracas, Venezuela. ANTARA/REUTERS/Carlos Garcia/aa. (Reuters/Carlos Garcia)

Matamata.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan gejolak politik dan militer yang tengah melanda Venezuela tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak mentah maupun peta perdagangan minyak dunia saat ini.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa kondisi pasar tetap stabil meski tensi geopolitik di Amerika Latin meningkat. “Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga,” tegas Dwi Anggia saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Anggia menjelaskan, meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, angka produksinya saat ini tergolong rendah, yakni di bawah 1 juta barel minyak per hari (barrels oil per day/BOPD). Rasio produksi yang kecil ini membuat pengaruh Venezuela terhadap suplai global tidak sebesar negara-negara di Timur Tengah.

“Kondisinya berbeda dengan Timur Tengah yang merupakan basis negara-negara OPEC. Di sana, konflik sekecil apa pun bisa membuat harga minyak menjadi sangat dinamis,” tambahnya.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pasokan BBM nasional dipastikan aman karena sumber impor minyak mentah (crude) Indonesia bukan berasal dari Venezuela.

“Kita sumber crude-nya bukan dari sana, melainkan dari wilayah lain. Jadi pasokan masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru di Jakarta. Meski begitu, ia menekankan pemerintah tetap melakukan pemantauan ketat sebagai langkah antisipasi.

Sebagai informasi, ketegangan dunia meningkat setelah militer Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1). Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Serangan sepihak ini memicu kecaman internasional dari Rusia, Iran, hingga Kolombia, serta menyebabkan pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional. Namun, dari sisi ekonomi energi, pasar global dinilai telah mengantisipasi rendahnya output minyak dari negara tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menbud Fadli Zon menegaskan momentum Iduladha 1447 H harus memperkuat solidaritas sosial. Kementerian Kebudayaan salurka...

news | 14:02 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polri mengusut tuntas sindikat penipuan jual-beli titik SPPG Makan Bergizi Gratis yang...

news | 13:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyumbang sapi kurban jumbo seberat 1,2 ton untuk warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabu...

news | 13:55 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sistem penyembelihan hewan kurban Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal ramah lingk...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Limousin seberat 950 kg dari peternak lokal PPU untuk disalurkan pad...

news | 10:09 WIB

Indonesia surplus gas 2.500 MMCSFD. Kementerian ESDM dorong penggunaan LNG ritel dengan tabung VGL untuk substitusi BBM ...

news | 10:03 WIB

Presiden AS Donald Trump menyatakan stok uranium Iran harus diserahkan ke AS atau dimusnahkan, seiring rumor kesepakatan...

news | 09:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi memerintahkan pemulihan total akses internet pasca-pembatasan ketat akibat gelomba...

news | 08:45 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah menutup rapat keran impor beras dan fokus meningkatkan produksi pangan dalam ne...

news | 07:15 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses mendongkrak serapan komoditas pertanian lokal da...

news | 06:00 WIB