Pasca-Operasi Militer AS, Presiden Interim Venezuela Tetapkan 7 Hari Masa Berkabung

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari.

Elara | MataMata.com
Rabu, 07 Januari 2026 | 15:15 WIB
Pasca-Operasi Militer AS, Presiden Interim Venezuela Tetapkan 7 Hari Masa Berkabung

Pasca-Operasi Militer AS, Presiden Interim Venezuela Tetapkan 7 Hari Masa Berkabung

matamata.com - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap warga dan personel keamanan yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat di negara tersebut.

“Saya memutuskan menetapkan masa berkabung selama tujuh hari bagi para pemuda, perempuan, dan laki-laki yang gugur demi membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro,” ujar Rodriguez dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Penetapan ini menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 lalu. Operasi tersebut berakhir dengan penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Keduanya kini telah dibawa ke New York, AS, untuk menghadapi persidangan atas tuduhan "narko-terorisme".

Rodriguez menyebut para korban yang gugur sebagai martir yang mempertahankan nilai-nilai republik dari agresi eksternal. Ia juga menyerukan agar rakyat Venezuela tetap menjaga perdamaian internal di tengah tekanan internasional yang semakin meningkat.

Keterlibatan Pejuang Kuba Sementara itu, Pemerintah Kuba mengonfirmasi bahwa 32 personel keamanannya gugur dalam pertempuran di Caracas. Mereka berada di Venezuela atas permintaan otoritas setempat untuk menjalankan tugas pertahanan.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel Bermudez, menyatakan bahwa para pejuang tersebut tewas akibat kontak senjata langsung maupun pengeboman oleh pasukan AS. Sebagai bentuk duka, Kuba telah menetapkan tanggal 5 dan 6 Januari sebagai hari berkabung nasional.

Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba merilis identitas 32 korban tersebut, yang terdiri dari 11 anggota angkatan bersenjata dan 21 anggota Kementerian Dalam Negeri.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pengakuan terkait jatuhnya korban jiwa dalam operasi tersebut. Trump menyatakan bahwa sebagian besar korban yang tewas dalam operasi militer AS di Venezuela merupakan warga negara Kuba. (Antara)

Baca Juga: KPK Segera Umumkan Status Pencekalan Terbaru Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB