Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh

Mendagri Tito Karnavian meminta Kementan segera memulihkan 1.500 hektare sawah di Pidie Jaya, Aceh, yang tertimbun lumpur banjir hingga 1 meter.

Elara | MataMata.com
Minggu, 22 Februari 2026 | 08:15 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera meninjau lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (ANTARA/HO-Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera meninjau lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (ANTARA/HO-Kemendagri)

Matamata.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan lahan persawahan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Sekitar 1.500 hektare sawah di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur tebal pascabanjir.

Tito, yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, menekankan bahwa intervensi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sangat dinantikan agar lahan warga kembali produktif.

"Mudah-mudahan Pak Mentan memberikan perhatian segera agar lahan sawah di sana bisa kembali produktif," ujar Tito dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Lumpur Setinggi 1 Meter Berdasarkan data di lapangan, kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Meurah Dua. Lumpur yang menutupi persawahan memiliki ketebalan bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi ini membuat lahan tidak mungkin diolah tanpa bantuan alat berat dan rehabilitasi teknis.

Selain 1.500 hektare yang rusak berat, tercatat ribuan hektare lahan lainnya di Pidie Jaya terdampak banjir dengan kategori ringan hingga sedang.

Ancam Produksi Padi Daerah Tito menegaskan, Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan strategis dengan total luas lahan pertanian mencapai 8.800 hektare. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini dipastikan akan memicu penurunan produksi padi daerah secara signifikan.

"Kasihan masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita juga bisa berkurang jika tidak segera ditangani," tegas mantan Kapolri tersebut.

Rehabilitasi lahan ini dinilai mendesak agar siklus tanam petani tidak terhenti terlalu lama, mengingat peran vital Pidie Jaya dalam menyokong ketahanan pangan di Provinsi Aceh. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Apkasindo mendukung kebijakan ekspor satu pintu PT DSI, namun mendesak pemerintah segera memulihkan harga TBS sawit peta...

news | 17:50 WIB

Pemkab Bogor menyembelih sapi kurban seberat 1,2 ton bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di Masjid Raya Nurul Wathon ...

news | 17:46 WIB

Ketua KPK Setyo Budiyanto meminta jajaran penyidik hingga penuntut berhati-hati menerapkan KUHP dan KUHAP baru yang berl...

news | 17:43 WIB

Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' garapan sutradara Baim Wong sukses menembus 1 juta penonton dalam 14 hari. Simak sinops...

news | 14:33 WIB

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir memperingatkan ancaman baru krisis air global akibat konsumsi miliaran liter air oleh infras...

news | 14:31 WIB

Petani tembakau (APTI) dan cengkeh (APCI) mendesak Kemenkes mengkaji ulang aturan penyeragaman kemasan rokok dalam RPMK ...

news | 10:30 WIB

Presiden AS Donald Trump tegas menolak Rusia atau China menyimpan pasokan uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas pasca-...

news | 09:15 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji memuji peningkatan signifikan pelayanan haji 2026. Fasilitas Armuzna lancar ...

news | 08:30 WIB

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria buka suara terkait kritik tajam pemangkasan Dana Desa 2026 sebesar Rp34 triliun demi mend...

news | 07:00 WIB

Indonesia lewat Wamen Mendes PDT Ahmad Riza Patria tegaskan komitmen belajar manajemen pengentasan kemiskinan dari China...

news | 06:15 WIB