Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok

TVRI resmi jadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Sesuai arahan Presiden Prabowo, siaran ini fokus gerakkan ekonomi rakyat dan UMK melalui nobar resmi.

Elara | MataMata.com
Minggu, 22 Februari 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi - Warga menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Jepang pada laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat kegiatan Nonton Bareng (Nobar) di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.

Ilustrasi - Warga menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Jepang pada laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat kegiatan Nonton Bareng (Nobar) di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.

Matamata.com - Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) berkomitmen menjadikan siaran Piala Dunia 2026 sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar pesta sepak bola dunia tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, mengungkapkan bahwa Presiden meminta TVRI tidak hanya fokus pada aspek teknis penyiaran, tetapi juga memaksimalkan efek pengganda (multiplier effect) ekonomi.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Beliau meminta siaran Piala Dunia 2026 di TVRI mampu memberikan daya ungkit ekonomi, mulai dari pusat hingga ke pelosok daerah. Harapannya, euforia bola ini berbanding lurus dengan perputaran uang di masyarakat," ujar Ezki dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Dorong Sektor Kreatif dan Pariwisata Dengan jangkauan sinyal yang menjangkau seluruh wilayah Nusantara, TVRI memproyeksi sektor industri kreatif, periklanan, hingga jasa promosi akan mengalami peningkatan permintaan konten pendukung.

Selain itu, sektor pariwisata dan perhotelan diharapkan mendapat keuntungan melalui aktivasi nonton bareng (nobar) resmi. Momentum ini juga diprediksi akan menggerakkan industri logistik dan manufaktur, khususnya produksi atribut tim nasional serta merchandise bertema sepak bola.

"Panen Raya" bagi Pelaku UMK Ezki menekankan bahwa perhatian utama pemerintah adalah para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Menurutnya, manajemen penyiaran yang inklusif akan menjadikan Piala Dunia sebagai "panen raya" bagi pedagang kecil.

"Bagi pelaku UMK, manfaatnya sangat nyata. Kita bicara tentang pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi nonton bareng. Dengan regulasi nobar yang terukur namun mendukung ekonomi kerakyatan, kami harap muncul pusat-pusat ekonomi baru di tingkat desa atau kelurahan," tambahnya.

TVRI berkomitmen memastikan manfaat ekonomi ini dirasakan merata, mulai dari pedagang kopi di pelosok Kalimantan hingga penjual gorengan di pegunungan Papua.

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di Indonesia, seluruh pertandingan turnamen akbar ini akan ditayangkan secara eksklusif oleh TVRI sebagai pemegang hak siar resmi. (Antara)

Baca Juga: "Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman dukung penuh pakan ayam probiotik inovasi IPB. Siap bawa ke Presiden Prabowo jika mampu pacu ...

news | 11:39 WIB

Waketum PAN Saleh Daulay mengajak Jusuf Kalla untuk berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana guna m...

news | 09:15 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo memutuskan ASN Kementerian PU tidak menerapkan WFH. Fokus pada penanganan bencana di Sumatera m...

news | 08:15 WIB

Ekonom Universitas Paramadina memprediksi ekonomi Indonesia 2026 tumbuh di atas proyeksi Bank Dunia (4,7%), meski sulit ...

news | 07:00 WIB

Untuk naskah berikutnya, tambahkan sedikit info mengenai kondisi fisik pemain atau apakah ada pemain yang absen karena a...

news | 06:00 WIB

Peneliti BRIN kembangkan teknologi DBD Plasma untuk produksi amonia (pupuk nitrogen) yang lebih ramah lingkungan, hemat ...

news | 14:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi jangka panjang untuk mencetak ...

news | 13:27 WIB

KPK tegaskan pemeriksaan saksi dan layanan publik seperti LHKPN tetap berjalan normal meski kebijakan WFH nasional setia...

news | 13:23 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat bagi ASN Kemenag mulai 10 April 2026 sebagai bagian da...

news | 13:00 WIB

KPK menyerahkan aset rampasan senilai Rp3,88 miliar dari koruptor Tagop Soulisa dan Puput Tantriana ke Kementerian PU un...

news | 12:55 WIB