Airlangga: Eskalasi AS-Venezuela Belum Berdampak pada Harga Minyak RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa eskalasi politik antara Amerika Serikat dan Venezuela hingga saat ini belum berdampak pada harga minyak impor Indonesia.

Elara | MataMata.com
Senin, 05 Januari 2026 | 16:54 WIB
Airlangga: Eskalasi AS-Venezuela Belum Berdampak pada Harga Minyak RI

Airlangga: Eskalasi AS-Venezuela Belum Berdampak pada Harga Minyak RI

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa eskalasi politik antara Amerika Serikat dan Venezuela hingga saat ini belum berdampak pada harga minyak impor Indonesia.

Pemerintah terus memantau pergerakan harga global menyusul memanasnya situasi di salah satu negara produsen minyak terbesar tersebut.

"Harga minyak terus kita monitor. Kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026), sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menjelaskan bahwa saat ini harga minyak dunia masih berada di level relatif rendah, yakni sekitar 63 dolar AS per barel. Meski ada potensi lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik, ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui koordinasi lintas sektor.

"Venezuela memang memengaruhi pergerakan harga minyak global. Namun, pemerintah akan selalu memonitor perubahan tersebut dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan," tambahnya.

Laporan Reuters menyebutkan ekspor minyak Venezuela saat ini mengalami kelumpuhan di tengah operasi militer AS.

Berdasarkan data layanan pelacakan kapal TankerTrackers, sejumlah kapal pengangkut minyak mentah yang dijadwalkan menuju Amerika Serikat dan Asia tertahan dan belum mendapatkan izin berlayar dari kapten pelabuhan setempat.

Kondisi ini menyusul kebijakan blokade terhadap kapal-kapal tanker yang dikenai sanksi, membuat arus keluar komoditas utama negara tersebut menyentuh titik minimum.

Nasib Aset Pertamina Di sisi lain, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset minyak milik perusahaan di Venezuela masih dalam kondisi aman. Sebagai informasi, PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan migas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki operasional di Venezuela.

"Berdasarkan pemantauan terkini, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset maupun staf M&P di Venezuela," kata Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Mendikdasmen: 18 Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Pascabencana

Dhaneswari menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai langkah mitigasi dan perlindungan personel di lapangan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Indonesia bidik posisi pemain utama bioenergi sawit global lewat ajang INNOPROM 2026 di Rusia. Menperin tegaskan kesiapa...

news | 16:19 WIB

Netflix mengungkapkan film keluarga Indonesia rutin masuk daftar Global Top 10 dalam 4 tahun terakhir. Simak tren menont...

news | 16:10 WIB

Jaksa Agung resmi menunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus menggantikan Febrie Adriansyah yang mengundurkan diri usai...

news | 14:08 WIB

Sekjen DPP Partai Golkar M. Sarmuji meminta kader muda AMPG adaptif terhadap perubahan zaman. AMPG juga menggelar Rapimn...

news | 14:01 WIB

Hubungan AS dan Iran kembali membara. Ketua Parlemen Iran tegaskan kesiapan pertahanan total saat bertemu Ketua MPR RI A...

news | 13:57 WIB