Mensesneg: Pemerintah Audit Izin 24 Perusahaan Kehutanan Terkait Dampak Banjir Sumatera

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah tengah melakukan audit terhadap 24 perusahaan pemegang izin pemanfaatan hutan di Sumatera.

Elara | MataMata.com
Selasa, 30 Desember 2025 | 12:30 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers berkala mengenai penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers berkala mengenai penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Matamata.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah tengah melakukan audit terhadap 24 perusahaan pemegang izin pemanfaatan hutan di Sumatera.

Langkah ini diambil sebagai respons atas dugaan aktivitas pembalakan liar yang memperparah dampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Prasetyo menjelaskan bahwa Kementerian Kehutanan sedang meninjau kembali izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI). Audit ini bertujuan memastikan tidak ada pelanggaran aturan dalam pemanfaatan kawasan hutan oleh pemegang izin.

"Tentu kami tidak ingin tinggal diam, makanya tadi, sudah kami sampaikan bahwa saat ini Kementerian Kehutanan sedang melakukan review, audit, di kurang lebih 24 perusahaan yang mendapatkan izin pengelolaan kawasan hutan baik HPH maupun HTI. Ini dalam rangka kita mau melakukan penertiban, mau melihat apa ada kegiatan-kegiatan yang tidak seharusnya," ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (29/12).

Selain menyasar korporasi, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi lintas sektoral kepada masyarakat. Menurut Prasetyo, upaya penanganan pembalakan liar harus mencakup skala perorangan agar pelestarian hutan dapat terjaga secara menyeluruh.

"Kita juga harus menangani yang bersifat perorangan. Ini kan perlu edukasi-edukasi ya, lintas sektoral juga," tambahnya.

Kebijakan audit ini muncul setelah para ahli dan aktivis lingkungan menyoroti penemuan kayu gelondongan dengan potongan rapi yang terbawa arus banjir bandang ke permukiman warga.

Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa dampak bencana bukan hanya disebabkan oleh cuaca ekstrem, melainkan juga kerusakan hutan akibat pembalakan ilegal selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 29 Desember 2025, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak 25 November lalu telah mengakibatkan 1.140 orang meninggal dunia dan 163 orang dilaporkan hilang.

Selain itu, tercatat 399.200 orang masih berada di pengungsian serta puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. (Antara)

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Cadangan Beras 4 Juta Ton pada 2026 demi Stabilitas Pangan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui 15 RUU tentang kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Kalteng, dan Kalsel menjadi R...

news | 14:23 WIB

Perum Bulog membuka akses gudang sebagai sarana edukasi ketahanan pangan. Di saat bersamaan, stok beras Bulog mencetak r...

news | 12:33 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim. Indonesia tegas tolak intervensi Malaysia da...

news | 11:18 WIB

Menko Infrastruktur AHY menegaskan adopsi kendaraan listrik (EV) krusial untuk pembangunan berkelanjutan dan target Net ...

news | 11:10 WIB

Eks Menpora Dito Ariotedjo penuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang merugikan n...

news | 11:05 WIB

Wapres Gibran Rakabuming mengajak pemuda GPdI memperkuat persatuan dan toleransi, serta mengapresiasi materi mental heal...

news | 09:12 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan Inpres Irigasi sukses jamin pemerataan air pertanian. Di Bogor, rehabilitasi irigasi...

news | 09:09 WIB

DPP Partai Golkar mengapresiasi langkah Presiden Prabowo menurunkan harga gas LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU...

news | 08:59 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang vonis kasus dugaan korupsi Chromebook hari ini. Sebelumnya, ia di...

news | 07:56 WIB

MK menolak gugatan uji materi UU Desa yang diajukan mahasiswa. Syarat minimal usia calon kepala desa (kades) ditegaskan ...

news | 07:47 WIB