Gemparkan Dunia, Mentan Amran Ajak 25 Juta Anggota Pramuka Wujudkan Swasembada Pangan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi melibatkan anggota Pramuka Saka Taruna Bumi dalam misi besar mewujudkan swasembada pangan nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat produksi pangan sekaligus mencetak generasi pe

Elara | MataMata.com
Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:29 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kanan) didampingi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso (kedua kanan), memberi keterangan kepada media usai dilantik sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Harianto

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kanan) didampingi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso (kedua kanan), memberi keterangan kepada media usai dilantik sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi melibatkan anggota Pramuka Saka Taruna Bumi dalam misi besar mewujudkan swasembada pangan nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat produksi pangan sekaligus mencetak generasi petani milenial yang modern.

"Kita sepakat memajukan pertanian, perkebunan, dan hortikultura Indonesia lewat Pramuka," tegas Amran usai dilantik sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi Nasional di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Target 250 Juta Pohon Per Tahun Amran memaparkan gagasan besar di mana setiap anggota Pramuka diwajibkan menanam minimal 10 pohon setiap tahun, terutama pada peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus. Dengan jumlah anggota mencapai 25 juta orang, potensi penanaman bisa mencapai 250 juta pohon per tahun.

"Jika dilakukan konsisten selama 10 tahun, ini akan menggemparkan dunia. Kita bisa merubah perwajahan dunia dan Indonesia menjadi pemimpin pangan global," ujar Amran optimis.

Komoditas yang didorong bukan hanya tanaman pangan pokok, tetapi juga tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti kelapa, mente, kakao, kopi, dan durian. Selain itu, penanaman cabai di pekarangan rumah tangga digencarkan untuk menekan inflasi, mencontoh keberhasilan di daerah Gorontalo.

Dukungan Anggaran Rp9,9 Triliun Untuk mendukung gerakan ini, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,9 triliun guna meningkatkan produktivitas sektor perkebunan. Program ini ditargetkan menjangkau 800 ribu hektare lahan dan berpotensi menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru.

Di sisi lain, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyatakan kesiapan personelnya untuk menjadi agen penyuluh pertanian di daerah.

"Tenaga penyuluh di kementerian dan dinas daerah terbatas. Dengan memanfaatkan kekuatan Pramuka, diharapkan sosialisasi ilmu pertanian modern bisa lebih maksimal ke pelosok," kata pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Menuju Jambore Nasional 2026 Sebagai langkah awal, Pramuka akan menggelar Jambore Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Nelayan di Cibubur. Puncaknya, Jambore Nasional pada 13 Agustus 2026 mendatang akan mengusung tema khusus swasembada pangan untuk memperkuat citra petani milenial yang melek teknologi.

"Kami membangun generasi muda yang mampu mengolah lahan dengan teknologi dan ilmu pertanian yang benar agar hasilnya maksimal," pungkas Buwas. (Antara)

Baca Juga: Luhut Usulkan Reformasi Pasar Modal ke Presiden: Indonesia Bisa Tiru India

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 760 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena tak penuhi sta...

news | 15:39 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan tindak lanjut atas temua...

news | 14:30 WIB

Presiden Prabowo bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo untuk mempererat hubungan bilateral. Kunjungan ini juga menghasilkan k...

news | 13:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan dukungan penuh pada program BSPS dan 3 juta rumah. Ia menyebut suksesnya program hunian...

news | 12:00 WIB

KPK beri sinyal segera periksa suami dan anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terkait dugaan aliran dana korupsi...

news | 11:45 WIB

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai cermin identitas dan soft power bangsa pada Hari Film Nasional 2026. Simak komitm...

news | 10:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasa Garuda layak menang atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026 meski kalah 0-1...

news | 09:15 WIB

OJK optimistis insentif pemerintah untuk industri galangan kapal akan mendorong pertumbuhan premi asuransi marine hull d...

news | 08:15 WIB

Ketua BTN Sumardji mengingatkan John Herdman bahwa chemistry pemain adalah kunci utama jika ingin membawa Timnas Indones...

news | 07:15 WIB

KPK menduga Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba mengalirkan uang 406.000 dolar AS ke Gus Alex dalam kasus korupsi kuota haji ...

news | 06:00 WIB