Menpar: Sektor Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan sektor pariwisata berhasil menyerap 25,91 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2025. Angka ini membuktikan posisi pariwisata sebagai tulang punggung baru dalam menciptakan lapangan kerja

Elara | MataMata.com
Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:15 WIB
Menpar: Sektor Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Menpar: Sektor Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja Sepanjang 2025

matamata.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan sektor pariwisata berhasil menyerap 25,91 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2025. Angka ini membuktikan posisi pariwisata sebagai tulang punggung baru dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif.

"Angka ini mencerminkan bahwa pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat," ujar Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan data Sakernas Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Ketenagakerjaan, angka serapan tersebut naik 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 25,01 juta orang.

Widiyanti menjelaskan, sektor pariwisata tidak hanya bergerak sendiri, tetapi juga memicu multiplier effect di sektor pendukung. Mulai dari UMKM, penyelenggara acara (event organizer), layanan digital, hingga sektor keamanan dan pemasaran.

"Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan arah kebijakan kita berada pada jalur yang tepat. Seluruh target utama tercapai, bahkan melampaui rencana," tegasnya.

Kontribusi PDB dan Pertumbuhan Ekonomi Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 yang mencapai 5,11 persen, pariwisata menyumbang kontribusi langsung sebesar 3,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, jika memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor terkait, total kontribusinya melesat hingga 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun dari total PDB Rp23.821 triliun.

Penyediaan akomodasi serta makan dan minum menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 7,41 persen. Sektor ini menyumbang 0,24 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, kinerja pariwisata juga diperkuat oleh tiga bidang jasa dengan pertumbuhan tertinggi, yakni:

  1. Jasa lainnya: Tumbuh 9,93 persen.
  2. Jasa perusahaan: Tumbuh 9,10 persen.
  3. Transportasi dan pergudangan: Tumbuh 8,78 persen.

"Dengan fondasi yang kuat ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat ke depannya," pungkas Widiyanti. (Antara)

Baca Juga: RI Siapkan 8.000 Pasukan ke Gaza, China Harapkan Gencatan Senjata Permanen Terwujud

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenkeu mencatat penerimaan Bea Cukai per September 2026 mencapai Rp240,28 triliun (71,51% target APBN). Simak rincian ...

news | 14:11 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengimbau massa serikat buruh menjaga ketertiban saat demo pengesahan RUU Pelindu...

news | 14:06 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi UU dalam Rapat Paripurna. Menaker Yassierli sebut UU i...

news | 13:40 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU terkait keabsahan syarat pendidikan Gibran Rakabumi...

news | 11:31 WIB

Calvin Verdonk menilai gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal penting Timnas Indonesia untuk bersaing di Grup F P...

news | 10:15 WIB