PBNU Serukan Islah: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik

Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, menegaskan bahwa prioritas organisasi saat ini adalah menyelesaikan program kerja dan mempersiapkan muktamar mendatang, bukan memperpanjang polemik atau mempertajam perbedaan yang justru merugikan Nahdlatul Ula

Elara | MataMata.com
Rabu, 26 November 2025 | 14:15 WIB
PBNU Serukan Islah: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik

PBNU Serukan Islah: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik

matamata.com - Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, menegaskan bahwa prioritas organisasi saat ini adalah menyelesaikan program kerja dan mempersiapkan muktamar mendatang, bukan memperpanjang polemik atau mempertajam perbedaan yang justru merugikan Nahdlatul Ulama.

"Untuk itu, jalan satu-satunya adalah islah sebagaimana nasihat ulama. Percuma memelihara perbedaan dan konflik. Malah hanya mendatangkan mudarat," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Amin menyerukan agar seluruh jajaran tetap mengutamakan tugas organisasi dan tidak terpancing dalam dinamika tudingan maupun kontroversi yang muncul di publik.

Ia menjelaskan, pandangan tersebut juga merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf agar energi organisasi tidak habis untuk merespons isu-isu yang justru memperuncing situasi.

Menurutnya, struktur kepemimpinan PBNU sudah jelas. Baik Ketua Umum maupun Rais ‘Aam merupakan penerima mandat muktamar, sehingga tidak ada mekanisme selain muktamar luar biasa (MLB) yang dapat mencabut mandat tersebut.

"Rapat atau permusyawaratan apa pun selain muktamar tidak bisa memberhentikan Rais Aam maupun Ketua Umum," tegasnya.

Amin juga menekankan bahwa penyelenggaraan MLB tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh Rais Aam. Keputusan tersebut harus bersama Ketua Umum, disertai syarat yang ketat sebagaimana diatur dalam AD/ART.

"Jadi tidak mudah. Ada mekanisme yang harus diikuti, dan semuanya jelas diatur dalam AD/ART," tambahnya.

Dengan masa khidmat yang akan berakhir pada Januari 2027, ia mengingatkan bahwa waktu tersisa sebaiknya dimanfaatkan untuk menyelesaikan agenda organisasi, bukan memperluas perselisihan.

Ia juga mengutip pesan para kiai bahwa konflik yang dibiarkan hanya akan membawa keburukan bagi siapa pun yang memicunya.

Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Tabayyun dengan MUI soal Pajak: Samakan Persepsi, Redam Polemik

Amin berharap semua pihak dapat menahan diri dan meredakan situasi demi menjaga marwah organisasi serta kelangsungan program strategis NU menuju akhir masa tugas kepengurusan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenko Pangan siapkan program Desa Tematik Perikanan di 40.000 lokasi. Targetkan produksi 1,2 juta ton ikan, suplai MBG...

news | 17:47 WIB

KPK memanggil anak anggota DPR Anwar Sadad sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim. Simak daftar len...

news | 15:21 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa perluasan perjanjian perdagangan internasional dengan Amerika Serikat ...

news | 13:53 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak penguatan keselamatan transportasi laut menyusul rentetan kecelakaan kapal di awal 2...

news | 13:15 WIB

Mendes PDT Yandri Susanto membantah tegas isu hoaks terkait Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang disebut akan mematik...

news | 12:18 WIB