Gus Yahya: Presiden Prabowo Punya Posisi Strategis Mediasi Konflik Timur Tengah

Gus Yahya dan Nusron Wahid beberkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendamaikan konflik Timur Tengah melalui jalur mediasi internasional.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:00 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Matamata.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menilai Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen nyata dalam mengupayakan perdamaian di Timur Tengah. Komitmen ini dinilai strategis mengingat posisi Indonesia yang diterima oleh berbagai pihak yang bertikai.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya usai menghadiri silaturahmi Presiden Prabowo bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

"Presiden menegaskan komitmennya untuk melakukan apa saja demi berkontribusi membantu perdamaian. Penyelesaian konflik di Timur Tengah saat ini terkait langsung dengan kepentingan domestik kita sendiri," ujar Gus Yahya di Jakarta.

Gus Yahya menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar sebagai mediator komunikasi. Menurutnya, kepemimpinan Prabowo diakui secara internasional, sehingga memudahkan ruang dialog di tengah tensi kawasan yang memanas.

"Alhamdulillah, Presiden Prabowo adalah aktor yang diterima oleh semua pihak. Ini modal besar untuk menjadi mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat konflik," imbuhnya.

Senada dengan Gus Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo tengah mendorong dialog konkret, termasuk membuka komunikasi dengan Iran.

"Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk mediasi. Langkah ini mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA)," kata Nusron.

Nusron menambahkan, Presiden Prabowo bersama para pemimpin yang tergabung dalam kelompok negara-negara tertentu memiliki misi seragam: mencegah perang meluas di kawasan Teluk.

"Intinya, Presiden ingin memastikan perdamaian terjaga. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama yang melibatkan Iran maupun stabilitas di kawasan Teluk," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Menaker Tegaskan THR 2026 Wajib Dibayar Penuh, Posko Aduan Mulai Beroperasi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB