Pemerintah Siap Kucurkan Anggaran untuk Mobil Maung, Tergantung Kesiapan Pindad

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah siap mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas jenis Maung bagi para menteri dan wakil menteri. Namun, penyaluran anggaran tersebut masih menunggu kesiapan industri, khususnya

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai pertemuan dengan 12 fund manager di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (20/10/2025). ANTARA/Bayu Saputra/aa.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai pertemuan dengan 12 fund manager di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (20/10/2025). ANTARA/Bayu Saputra/aa.

Matamata.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah siap mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas jenis Maung bagi para menteri dan wakil menteri. Namun, penyaluran anggaran tersebut masih menunggu kesiapan industri, khususnya PT Pindad sebagai produsen.

“Tahun ini harusnya ada (anggaran), tapi rupanya kapasitasnya (PT Pindad) belum cukup. Jadi, (anggaran) dibalikkan tahun ini,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, dana pengadaan mobil taktis ringan tersebut telah disiapkan dalam tahun anggaran berjalan, namun realisasinya tertunda lantaran kemampuan produksi Pindad belum memenuhi kebutuhan.

“Tergantung industrinya. Kalau saya kan targetkan uangnya ada. Nanti kalau saya masuk ke industri, dibilang ikut campur. Tapi kami siap,” kata Purbaya menegaskan.

Rencana penggunaan kendaraan Maung untuk pejabat tinggi negara pertama kali disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

Prabowo menyebut kendaraan jip buatan Pindad tersebut menjadi kebanggaan nasional karena merupakan hasil karya anak bangsa.

"Jadi sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita bangga kita tidak pakai jip buatan negara lain. Kita pakai jip buatan Indonesia sendiri. Komandan pasukan kita, kalau naik kendaraan pimpin pasukan dia bangga dia pakai jip buatan Indonesia," ujar Presiden.

Ia juga menegaskan agar kendaraan tersebut digunakan secara luas di kalangan pemerintahan dan militer.

“Dan sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya enggak mau tahu, yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya enggak panggil kau bolehlah kau pakai mobil itu,” pungkas Prabowo.

Presiden menambahkan, pemerintah telah memulai langkah awal untuk menghadirkan kendaraan buatan Indonesia secara masif dalam tiga tahun ke depan. Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran dan lahan untuk pembangunan pabrik yang akan memproduksi kendaraan tersebut, sementara tim pengembang tengah bekerja mempersiapkan tahapannya.

Baca Juga: KPK Terbuka Tindaklanjuti Laporan Mahfud MD Soal Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp7,49 triliun untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini d...

news | 15:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan sambutan hangat dari mahasiswa Indonesia saat tiba di Hotel Raffles, London, Inggr...

news | 14:15 WIB

Bali resmi dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026. Menpar Widiyanti Putri bangga Indonesia borong 32 penghargaa...

news | 12:00 WIB

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki membeberkan data mengejutkan terkait aktivitas perkebunan di Indonesia...

news | 11:00 WIB

Indonesia dan Inggris meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London. Simak detail kerja sama sektor energi, digita...

news | 10:15 WIB

Tim hukum terdakwa Nadiem Anwar Makarim resmi melaporkan tiga saksi kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook ke Komisi ...

news | 09:15 WIB

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, mengusung visi "Garuda Baru" dengan target membawa Indonesia lolos ke Piala...

news | 08:00 WIB

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi mengajukan permohonan modifikasi cuaca kepada BMKG guna menduku...

news | 07:00 WIB

Mentan Amran Sulaiman geram atas penyelundupan 1.000 ton beras di Karimun. Ia menyebut pelaku sebagai pengkhianat bangsa...

news | 06:00 WIB

Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendesak pemerintah serius melakukan mitigasi perubahan iklim menyusul 137 r...

news | 01:00 WIB