DPR Segera Rampungkan RUU Kepariwisataan, Bahas Anggaran Baru dengan Kemenparekraf

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan akan segera diselesaikan setelah sempat tertunda akibat dinamika politik pe

Elara | MataMata.com
Rabu, 03 September 2025 | 13:09 WIB
Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay saat memimpin rapat bersama Kementerian Pariwisata di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay saat memimpin rapat bersama Kementerian Pariwisata di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Matamata.com - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan akan segera diselesaikan setelah sempat tertunda akibat dinamika politik pekan lalu.

Menurutnya, kondisi yang kini lebih kondusif memungkinkan DPR untuk melanjutkan proses tersebut dalam waktu dekat. Pada Rabu, Komisi VII DPR juga menggelar rapat bersama Kementerian Pariwisata guna membahas rencana kerja sekaligus pagu anggaran.

“Tinggal sedikit lagi kemarin. Kalau situasi tenang, kemarin itu sudah selesai,” ujar Saleh di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Saleh menambahkan, penundaan pembahasan RUU dilakukan untuk merespons kritik serta tuntutan masyarakat yang muncul saat aksi demonstrasi. Ia juga menekankan pentingnya penambahan anggaran bagi Kementerian Pariwisata mengingat adanya penambahan tugas dalam RUU terbaru.

“Maka butuh anggaran baru, jadi nggak bisa sama dengan anggaran sebelumnya di mana masih UU lama,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, sesuai Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pariwisata mendapat pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp1,85 triliun.

Widiyanti menyebut anggaran tersebut akan difokuskan pada lima program unggulan, yakni penerapan destinasi wisata bersih, peningkatan keselamatan wisata ekstrem, pariwisata naik kelas, event by Indonesia, serta pengembangan desa wisata.

“Menimbang Astacita sebagai prioritas nasional dengan program prioritas yang diarahkan pada pariwisata berkualitas dan pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden China Xi Jinping ingatkan Donald Trump bahwa Taiwan adalah isu paling sensitif dalam hubungan China-AS. Simak d...

news | 13:15 WIB

Kemenhut cabut izin Yayasan Margasatwa Tamansari selaku pengelola Bandung Zoo. Simak skema penyelamatan satwa dan pengam...

news | 12:30 WIB

Baznas RI menetapkan zakat fitrah 1447 H/2026 M sebesar Rp50.000 per jiwa dan fidiah Rp65.000 per hari. Simak aturan len...

news | 11:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pastikan stok beras 3,3 juta ton aman untuk Ramadhan & Idul Fitri 2026. Simak rincian b...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo berikan atensi khusus pada kasus siswa SD di NTT yang akhiri hidup. Mensesneg Prasetyo Hadi instruksika...

news | 07:15 WIB

Utusan khusus AS Steve Witkoff kunjungi Israel besok. Fokus utama: koordinasi serangan militer ke Iran di tengah ancaman...

news | 08:15 WIB

KPK catat tingkat kepatuhan LHKPN 2025 baru 35,52%. Simak batas waktu, cara penggunaan e-meterai, dan prosedur pelaporan...

news | 07:00 WIB

Dubes Rusia Sergei Tolchenov ajak pelajar Indonesia kuliah di MGIMO melalui jalur beasiswa. Cek peluang beasiswa S1 hing...

news | 06:00 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pengisian tiga jabatan kosong di Dewan Komisioner...

news | 15:30 WIB

Pemerintah merespons cepat desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Indonesia menarik diri dari keanggotaan Bo...

news | 14:30 WIB