Warga Datangi Gedung DPR Pascaunjuk Rasa, Abadikan Suasana Senayan

Sejumlah warga mengunjungi gerbang utama Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/8) pagi, untuk menyaksikan kondisi pascaunjuk rasa yang terjadi sehari sebelumnya.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12:42 WIB
Sejumlah warga, termasuk seorang pengemudi ojek online (kiri), sengaja memberhentikan kendaraannya untuk melihat kondisi pascaunjuk rasa di depan gerbang utama Gedung DPR atau kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). ANTARA/Rio Feisal

Sejumlah warga, termasuk seorang pengemudi ojek online (kiri), sengaja memberhentikan kendaraannya untuk melihat kondisi pascaunjuk rasa di depan gerbang utama Gedung DPR atau kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). ANTARA/Rio Feisal

Matamata.com - Sejumlah warga mengunjungi gerbang utama Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/8) pagi, untuk menyaksikan kondisi pascaunjuk rasa yang terjadi sehari sebelumnya.

Pantauan ANTARA, warga mulai berdatangan sejak pukul 09.10 WIB, baik sendirian maupun bersama keluarga. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan ada pula yang mengabadikan suasana dengan ponsel.

"Sengaja lihat gedung DPR dan melihat situasi juga," ujar Kicon, salah satu warga yang datang bersama adik dan anaknya.

Hal serupa dilakukan Rosita yang mendatangi lokasi bersama suaminya. "Ya kemarin-kemarin kan kita melihat ramai kondisi di sini, tetapi setelah melihat situasinya enggak seperti kemarin," kata dia.

Sehari sebelumnya, aksi unjuk rasa berlangsung di Jakarta, termasuk di depan Gedung DPR. Kericuhan pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam, ketika massa dipukul mundur polisi.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri. Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, mengungkapkan ada tujuh anggota Brimob yang diduga berada di dalam rantis tersebut dan kini tengah diperiksa.

Tragedi yang menewaskan Affan kemudian memicu aksi lanjutan ratusan warga dan pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Suheri, menyebutkan tujuh anggota Brimob yang diduga berada di dalam kendaraan saat kejadian, yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensesneg Prasetyo Hadi tegaskan arahan Presiden Prabowo: Sistem pemilu harus demi rakyat. Istana bantah isu Pilpres dip...

news | 16:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau banjir di Tambun Utara, Bekasi. Ia instruksikan Forkopimda dampingi warga dan prior...

news | 15:03 WIB

MK perjelas Pasal 8 UU Pers. Wartawan kini terlindungi dari pidana langsung sebelum melalui mekanisme sengketa di Dewan ...

news | 14:15 WIB

DPR dan Pemerintah sepakat tidak merevisi UU Pilkada tahun ini. Sufmi Dasco Ahmad tegaskan RUU Pilkada tak masuk Prolegn...

news | 13:00 WIB

Korlantas Polri targetkan e-BPKB wajib untuk kendaraan baru mulai 2027. Simak keunggulan chip RFID dan kemudahan urus mu...

news | 12:15 WIB

Kementrans perluas Program Ekspedisi Patriot 2026 dengan menggandeng 10 kampus top Indonesia. Fokus pada pengabdian infr...

news | 11:22 WIB

Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan Richard Lee hari ini karena kondisi kesehatan yang tidak fit. Simak detail kasus da...

news | 10:00 WIB

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) menjalani sidang perdana kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 senilai Rp201 mi...

news | 09:00 WIB

Ormas Gerakan Rakyat resmi deklarasi jadi partai politik. Ketua Umum Sahrin Hamid tegaskan dukungan untuk Anies Baswedan...

news | 07:00 WIB

Basarnas melanjutkan evakuasi pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Senin (19/1) pagi menggunakan Helikopter Caracal ...

news | 06:30 WIB