Kerajinan Berbahan Alami dan Limbah Jogja Tembus Pasar Prancis dan London

Indo Risakti asal Yogyakarta ekspor kerajinan enceng gondok dan pelepah pisang ke Prancis dan London, dengan dukungan pemerintah serta pemberdayaan ibu rumah tangga lewat pelatihan.

Yohanes Endra | Rosiana Chozanah | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:55 WIB
Kerajinan Berbahan Alami dan Limbah Jogja Tembus Pasar Prancis dan London

Kerajinan Berbahan Alami dan Limbah Jogja Tembus Pasar Prancis dan London

matamata.com - Produk kerajinan berbahan alami dan material limbah kembali mengharumkan nama Indonesia di pasar internasional.

PT Indo Risakti, perusahaan asal Yogyakarta yang dipimpin Riris Simanjuntak, resmi mengekspor kerajinan anyaman berupa storage dan keranjang ke Prancis dan London, Selasa (10/3/2026).

Riris menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting sekaligus bukti nyata bahwa kerajinan Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan tim, dinas, dan kementerian, usaha ini bisa berkembang sekaligus membuka lapangan kerja bagi pengrajin,” ujar Riris.

Produk yang dikirim sebagian besar berbahan enceng gondok dan pelepah pisang, material yang sebelumnya dianggap limbah, namun diolah menjadi produk fungsional sekaligus indah.

“Kami banyak menggunakan bahan yang biasanya terbuang. Dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, ternyata bisa menjadi produk bernilai estetika tinggi,” sambungnya.

Selain fokus ekspor, Indo Risakti juga aktif melakukan pelatihan di desa-desa, termasuk Gunungkidul, dengan sasaran utama ibu rumah tangga. Riris menegaskan, pemberdayaan perempuan menjadi kunci perputaran ekonomi keluarga.

“Kalau ibu bisa menghasilkan, anak-anak pasti terjamin makan. Ekonomi keluarga pun berputar,” tuturnya.

Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Semarang dengan transit di Singapura atau Hong Kong. Satu kontainer berisi sekitar 1.500 unit produk, dengan kapasitas produksi mencapai enam kontainer per bulan.

Meski sempat menghadapi kendala jamur akibat perbedaan iklim, perusahaan beradaptasi dengan teknologi pengeringan cepat dan alat penyerapan kelembaban agar kualitas tetap terjaga.

Baca Juga: Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil dari pendampingan pemerintah.

“Keikutsertaan Indo Risakti dalam pameran Ambiente selama tiga tahun berturut-turut akhirnya membuahkan hasil ekspor ke Prancis dan London,” kata Reni.

Reni menambahkan, meski kondisi ekonomi global penuh tantangan, pemerintah tetap optimistis terhadap masa depan UKM dan IKM Indonesia.

Optimisme itu didukung pasar domestik yang kuat serta peluang dari perjanjian perdagangan internasional. Ia juga menyoroti munculnya minat dari pasar non-tradisional seperti Namibia, Mauritius, dan French Polynesia.

“Keberhasilan ekspor ini membuktikan bahwa IKM Indonesia punya daya saing kuat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia,” imbuh Reni.

Dengan strategi pemasaran berbasis storytelling, inovasi ramah lingkungan, serta komitmen sosial memberdayakan masyarakat desa, Indo Risakti diyakini mampu memperluas pasar ekspor sekaligus membawa dampak positif bagi ekonomi lokal.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB