Menkeu Purbaya Jamin Keamanan Pengusaha yang Adukan Hambatan Investasi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan aduan pengusaha terkait hambatan investasi dan pungli akan ditangani serius melalui mekanisme debottlenecking.

Elara | MataMata.com
Selasa, 27 Januari 2026 | 07:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani aduan pengusaha terkait hambatan investasi atau debottlenecking. Purbaya meminta para pelaku usaha tidak ragu untuk melaporkan kendala yang mereka hadapi di lapangan.

“Pelapor saya imbau jangan takut untuk mengadukan masalah-masalah apa saja yang mereka hadapi ketika melakukan bisnis di Indonesia. Kami sedang memperbaiki iklim investasi secara serius,” ujar Purbaya usai sidang debottlenecking di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1).

Dalam sidang kedua tersebut, terdapat dua kasus utama yang dibahas. Pertama, aduan dari Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengenai penerapan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi kapal asing di perairan Indonesia. Terkait hal ini, Kementerian Perhubungan akan memperbaiki regulasi dan melaporkan perkembangannya dalam dua pekan ke depan.

Aduan kedua datang dari CV Sumber Pangan mengenai perbedaan kode HS (Harmonized System) pada impor PIR Sandwich Panel, sebuah material konstruksi modern.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) per 26 Januari 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 63 laporan telah masuk. Dari jumlah tersebut, 52 laporan sedang dalam proses, empat laporan dinyatakan selesai, dan tujuh laporan dikembalikan untuk diperbaiki.

Isu yang dilaporkan para pengusaha mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari perizinan berusaha, pendanaan, energi, hingga masalah penegakan hukum di luar pengadilan seperti aksi premanisme dan pungutan liar (pungli). Selain itu, terdapat laporan mengenai perpajakan, kepabeanan, logistik, hingga tata ruang.

Menkeu memastikan bahwa setiap keputusan dalam sidang tidak hanya berhenti di meja rapat, melainkan akan terus dipantau pelaksanaannya.

“Kami akan proses betul-betul. Setiap hasil rapat akan dimonitor jalan atau tidak. Jangan kira setelah diputuskan lalu dilupakan. Kami jalan terus,” tegas Purbaya.

Ia juga memberi sinyal bahwa ke depannya pemerintah akan memprioritaskan penanganan kasus-kasus besar yang memiliki dampak ekonomi signifikan. Hal ini dilakukan untuk mengirimkan pesan kuat kepada dunia usaha bahwa Indonesia sangat serius dalam membenahi iklim investasi nasional. (Antara)


 

Baca Juga: Status Red Notice, Dato Sri Mohammed Shaheen Resmi Dihapus

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB