Siap-siap! Menkeu Bakal Perketat Efisiensi Anggaran dan Skema Bansos di 2027

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal kebijakan efisiensi anggaran berlanjut pada 2027. Skema bansos dan subsidi akan diubah total lewat DTSEN.

Elara | MataMata.com
Selasa, 09 Juni 2026 | 16:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal bahwa pemerintah akan melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran pada tahun anggaran 2027. Langkah ini diambil agar alokasi belanja negara menjadi lebih produktif dan tepat sasaran.

"Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan refocusing. Kita ingin alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian serta masyarakat," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam Dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah membidik angka belanja negara berada pada rentang 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah fokus mendorong efektivitas subsidi dan perlindungan sosial (perlinsos). Instrumen ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan.

Purbaya menjelaskan, ke depan pemerintah akan mendorong transformasi bantuan sosial (bansos) dan subsidi agar lebih berkeadilan. Skema penyalurannya bakal diubah berbasis penerima manfaat langsung dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain ketepatan data, pemerintah juga memperkuat sinergi program perlinsos antar-kementerian dan lembaga (K/L). Langkah integrasi ini diharapkan membuat intervensi kemiskinan menjadi lebih terpadu dan berdampak signifikan pada kesejahteraan warga.

Bukan hanya di level pusat, efektivitas anggaran juga menyasar belanja daerah. Pemerintah berkomitmen menyelaraskan belanja pusat dan daerah agar pelayanan publik di daerah semakin optimal dan sejalan dengan program prioritas nasional.

Sinergi belanja K/L di daerah akan difokuskan pada program-program berdampak langsung, seperti percepatan makan bergizi gratis, penguatan koperasi desa/kelurahan merah putih, pembangunan sekolah rakyat, serta penyediaan pemeriksaan kesehatan gratis.

Terakhir, dalam implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD), pemerintah pusat memastikan harmonisasi ini akan semakin solid.

Meski diperketat, Purbaya menegaskan pemerintah tetap memberikan fleksibilitas bagi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan publik serta kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah. (Antara)

Baca Juga: Satu Studio Nangis Massal, Ini 3 Alasan Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Jadi Suara Hati Keluarga

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua DEN Luhut Pandjaitan dan ekonom senior Chatib Basri ke Istana Kepresidenan, Se...

news | 16:44 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan tiga strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pa...

news | 14:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan perpanjangan batas usia pensiun Kapolri dalam RUU Polri baru disesuaikan dengan kebut...

news | 13:49 WIB

Bapanas rampungkan uji sampel dan sertifikasi mutu untuk ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia. Bulog pastikan harga jua...

news | 10:15 WIB

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB