DPR Minta Polri dan Komdigi Gandeng TikTok-Meta Berantas Live Streaming Tawuran

DPR RI mendesak Polri dan Komdigi bekerja sama dengan TikTok dan Meta untuk memblokir akun live streaming provokasi tawuran remaja.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 19 September 2026 | 10:45 WIB
DPR Minta Polri dan Komdigi Gandeng TikTok-Meta Berantas Live Streaming Tawuran

DPR Minta Polri dan Komdigi Gandeng TikTok-Meta Berantas Live Streaming Tawuran

matamata.com - Komisi III DPR RI mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan platform media sosial, seperti TikTok dan Meta, untuk menindak tegas siaran langsung (live streaming) yang memprovokasi aksi tawuran.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan bahwa Polri dan Komdigi harus bergerak cepat memblokir akun-akun yang terbukti menyebarkan konten kekerasan demi menutup ruang provokasi di dunia maya.

"Kalau sudah terdeteksi, segera blokir akunnya, lalu telusuri siapa pelakunya," ujar Sahroni di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Sahroni menilai pembiaran terhadap konten kekerasan berisiko buruk bagi generasi muda. Menurutnya, langkah tegas di media sosial harus berjalan beriringan dengan penindakan hukum di lapangan.

"Polisi capek-capek berantas pelaku di lapangan, tapi konten kekerasannya menjadi inspirasi bagi pelaku baru di wilayah lain. Jadi tidak akan selesai urusan tawuran ini," kata Sahroni.

Langkah pengawasan media sosial ini krusial mengingat maraknya aksi tawuran yang dipicu dari siaran langsung. Terbaru, jajaran Polsek Sukaraja mengamankan 17 remaja di KM 51 Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kabupaten Bogor, pada Rabu (16/9/2026).

Kapolsek Sukaraja AKP Ade Rahmat mengungkapkan para remaja tersebut ditangkap saat menunggu kelompok lawan usai melangsungkan siaran langsung di Instagram. Aksi tersebut berhasil digagalkan setelah tim siber Polres Bogor mendeteksi siaran tersebut dan mengarahkan petugas ke lokasi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai mendesak Polri mengusut tuntas kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yan...

news | 17:30 WIB

Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) sebut gelombang narasi dukungan untuk Presiden Prabowo di media sosial sebagai bentuk b...

news | 16:54 WIB

Istana Kepresidenan menunggu hasil penyidikan Bareskrim Polri terkait dalang penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan se...

news | 15:00 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan terkait dugaan penyadapan Presiden Prabo...

news | 14:31 WIB

Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan KJP Plus dan KJMU lanjutan untuk 36.295 penerima dengan total anggaran lebih dari ...

news | 10:30 WIB