Prabowo Wajibkan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN dan Siapkan Bursa Mineral 2027

Presiden Prabowo Subianto mewajibkan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu BUMN guna mencegah laporan palsu dan menyiapkan Bursa Mineral 2027.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 19 September 2026 | 07:15 WIB
Prabowo Wajibkan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN dan Siapkan Bursa Mineral 2027

Prabowo Wajibkan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN dan Siapkan Bursa Mineral 2027

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebijakan ekspor komoditas strategis kini diwajibkan melalui satu pintu di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil untuk membenahi tata kelola sekaligus menghentikan praktik laporan palsu dalam kegiatan ekspor nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat malam.

"Semua ekspor yang selama ini tidak jelas, penuh kebohongan, dan laporan palsu, kita satukan sekarang. Harus melalui BUMN, harus melalui satu pintu," tegas Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa pembenahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan kekayaan negara secara transparan demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Selain membenahi sistem ekspor, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Bursa yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 1 Januari 2027.

Rencana strategis ini sebelumnya telah dipaparkan Presiden saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta. Kehadiran bursa ini menjadi tahap lanjutan dari skema ekspor satu pintu.

Melalui bursa tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya harga acuan nasional (Indonesia Reference Price) untuk berbagai komoditas unggulan ekspor, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, hingga karet.

Prabowo menekankan, sebagai salah satu produsen komoditas terbesar dunia, Indonesia harus memiliki posisi tawar yang kuat dalam penentuan harga pasar internasional, bukan sekadar menjadi penyedia bahan mentah. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto mewajibkan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu BUMN guna mencegah laporan palsu dan ...

news | 07:15 WIB

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara terkait kasus OTT KPK atas suap HGB PT Summarecon Agung Tbk. Tegaskan sikap koop...

news | 13:36 WIB

Kemenkeu mencatat realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) capai Rp134,2 triliun per Agustus 2026. BGN alihkan sasa...

news | 14:15 WIB

Kemenkeu mencatat penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.409 triliun atau tumbuh 24,1%. Simak rincian PPN, PP...

news | 13:45 WIB

Pakar THT-KL FKUI memperingatkan bahaya sound horeg di atas 110 dB yang memicu tekanan darah tinggi, gangguan jantung, h...

news | 13:30 WIB