Yogyakarta Mantap Jadi Pusat Industri Kreatif, Kerajinan Lokal Tembus Pasar Eropa

Yogyakarta kian mantap sebagai pusat industri kreatif, terbukti lewat ekspor kerajinan ramah lingkungan Indo Risakti ke Prancis dan London dengan dukungan pemerintah.

Yohanes Endra | Rosiana Chozanah | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 09:14 WIB
Yogyakarta Mantap Jadi Pusat Industri Kreatif, Kerajinan Lokal Tembus Pasar Eropa

Yogyakarta Mantap Jadi Pusat Industri Kreatif, Kerajinan Lokal Tembus Pasar Eropa

matamata.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat industri kreatif nasional lewat gelaran Business Matching IKM Kerajinan 2025 di Hotel Grand Rohan, Selasa (10/3/2026).

Acara ini mempertemukan Kementerian Perindustrian dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor kerajinan sekaligus membuka peluang pasar global.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM DIY, Yuna Pancawati, menyebut kegiatan ini sebagai bukti komitmen bersama pusat dan daerah dalam membina IKM kerajinan.

“Sektor ini bukan hanya menopang ekonomi, tetapi juga identitas budaya khas Yogyakarta,” ujar Reni.

Data terbaru menunjukkan DIY memiliki 98.408 unit IKM, dengan 14.739 di antaranya bergerak di bidang kerajinan. Kinerja ekspor DIY sepanjang 2025 mencapai 558,72 juta USD, naik 2,14 persen dari tahun sebelumnya.

Produk unggulan meliputi tekstil, kulit, dan kerajinan, dengan pasar utama Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan ASEAN.

Kerajinan Ramah Lingkungan Indo Risakti Go International

Dalam momentum yang sama, PT Indo Risakti, perusahaan asal Yogyakarta yang dipimpin Riris Simanjuntak, resmi mengekspor produk kerajinan berbahan alami ke Prancis dan London.

Produk berupa keranjang dan storage ini dibuat dari enceng gondok serta pelepah pisang, material yang sebelumnya dianggap limbah, namun diolah menjadi barang fungsional sekaligus indah.

Riris menegaskan keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah dan berbagai pihak.

Baca Juga: Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan bantuan dinas dan kementerian, usaha ini bisa berkembang sekaligus membuka lapangan kerja bagi pengrajin,” jelas Riris.

Selain ekspor, Indo Risakti juga aktif memberdayakan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, melalui pelatihan keterampilan.

“Kalau ibu bisa menghasilkan, anak-anak pasti terjamin makan. Ekonomi keluarga pun berputar,” ujarnya.

Pengiriman dilakukan lewat Pelabuhan Semarang dengan transit di Singapura, satu kontainer berisi sekitar 1.500 unit produk.

Dukungan Pemerintah dan Peluang Pasar Baru

Reni Yanita menegaskan keberhasilan Indo Risakti merupakan buah dari fasilitasi pemerintah.

“Keikutsertaan dalam pameran Ambiente selama tiga tahun berturut-turut akhirnya membuahkan hasil ekspor ke Prancis dan London,” kata Reni.

Reni menambahkan, meski kondisi global penuh tantangan, pemerintah tetap optimistis terhadap masa depan IKM Indonesia. Optimisme itu didukung pasar domestik yang kuat serta peluang dari perjanjian perdagangan internasional.

Ia juga menyoroti munculnya minat dari pasar non-tradisional seperti Namibia, Mauritius, dan French Polynesia.

“Keberhasilan ekspor ini membuktikan bahwa IKM Indonesia punya daya saing kuat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia,” pungkasnya.

Dengan ekosistem kreatif yang lengkap, tren ekspor positif, serta dukungan pemerintah, Yogyakarta semakin mantap menempatkan diri sebagai pusat industri kreatif sekaligus pemain penting di pasar kerajinan global.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI mendesak Polri dan Komdigi bekerja sama dengan TikTok dan Meta untuk memblokir akun live streaming provokasi tawu...

news | 10:45 WIB

KPK menemukan dokumen dan bukti elektronik aliran uang suap pengurusan HGB Summarecon saat menggeledah rumah Dirjen ATR/...

news | 10:15 WIB

KBRI Moskow mengimbau WNI mewaspadai tawaran tentara bayaran di Rusia via jalur ilegal. Ketahui risiko pidana agen dan a...

news | 09:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto berkelakar soal larangan berjoget dari pakar saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 PAN d...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mewajibkan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu BUMN guna mencegah laporan palsu dan ...

news | 07:15 WIB