Menhaj: Arab Saudi Jamin Keamanan Ibadah Umrah, 14 Ribu Jamaah Terkendala Jadwal Pulang

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf memastikan kondisi Makkah dan Madinah aman untuk umrah, namun 14 ribu jamaah RI berpotensi terlambat pulang akibat penutupan ruang udara.

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 16:07 WIB
Menhaj: Arab Saudi Jamin Keamanan Ibadah Umrah, 14 Ribu Jamaah Terkendala Jadwal Pulang

Menhaj: Arab Saudi Jamin Keamanan Ibadah Umrah, 14 Ribu Jamaah Terkendala Jadwal Pulang

matamata.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan bahwa Pemerintah Arab Saudi menjamin jamaah tetap dapat melaksanakan ibadah umrah dengan aman. Jaminan ini diberikan meski eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terus meningkat.

"Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan tetap kondusif. Jamaah umrah yang saat ini berada di sana tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan berarti," ujar Menhaj Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Meski situasi di kota-kota suci dinyatakan aman, Menhaj mengakui adanya dampak besar pada sektor transportasi udara internasional. Sejumlah negara di kawasan Teluk telah menutup ruang udara mereka, yang merupakan lintasan utama penerbangan internasional.

Kendala Penerbangan Transit Penutupan ruang udara ini berdampak langsung pada skema penerbangan transit. Akibatnya, proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah mengalami gangguan jadwal yang cukup signifikan.

Berdasarkan data hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 jamaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.115 orang berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan.

"Kami sudah memanggil seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan baik, terutama bagi mereka yang terdampak perubahan jadwal terbang," tegas Irfan.

Imbauan Penundaan Keberangkatan Di sisi lain, Pemerintah Indonesia tetap mengeluarkan imbauan agar masyarakat mempertimbangkan untuk menunda keberangkatan umrah dalam waktu dekat sebagai langkah mitigasi keselamatan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa penundaan ini bersifat antisipatif karena dinamika konflik yang sulit diprediksi.

"Memang sementara ini kami mengimbau untuk menunda keberangkatan karena eskalasi konflik. Kita tidak tahu perkembangannya akan seperti apa ke depan. Ini murni langkah mitigasi guna memastikan keselamatan warga negara kita," jelas Dahnil.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan maskapai penerbangan untuk memantau perkembangan ruang udara dan memastikan seluruh jamaah yang masih berada di Tanah Suci dapat dipulangkan secara bertahap. (Antara)

Baca Juga: Buntut Tragedi Longsor Bantargebang, Menteri LH Ancam Sanksi Tegas Pengelola Sampah Jakarta

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pendaftar program Magang Nasional (MagangHub) Kemenaker gelombang pertama tembus 400.000 orang. Pemerintah siapkan kuota...

news | 09:21 WIB

OJK membantah isu defisit anggaran dalam laporan keuangan 2025. Simak penjelasan resmi OJK terkait dampak akuntansi masa...

news | 08:15 WIB

Indonesia secara resmi mengecam serangan militer Israel ke Gaza yang dinilai sengaja menghambat implementasi rencana per...

news | 07:15 WIB

Yura Yunita kembali tampil di Pagelaran Sabang Merauke 2026. Simak cerita pelantun "Tutur Batin" saat perankan Mahadewi ...

news | 06:00 WIB

Kemenko Pangan siapkan program Desa Tematik Perikanan di 40.000 lokasi. Targetkan produksi 1,2 juta ton ikan, suplai MBG...

news | 17:47 WIB