Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Masyarakat Tunda Ibadah Umrah

Pemerintah resmi mengimbau penundaan keberangkatan umrah akibat konflik di Timur Tengah. Simak penjelasan Wamen Haji Dahnil Anzar mengenai langkah mitigasi dan nasib 43 ribu jemaah di Arab Saudi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Maret 2026 | 07:00 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Masyarakat Tunda Ibadah Umrah

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Masyarakat Tunda Ibadah Umrah

matamata.com - Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda keberangkatan ibadah umrah. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai dapat mengancam keselamatan warga negara.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai menghadiri Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1448 Hijriyah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

"Terkait dengan keberangkatan umrah, saat ini kami masih dalam posisi mengimbau untuk menunda keberangkatan karena adanya eskalasi konflik. Kita tidak tahu perkembangannya akan seperti apa ke depan," ujar Dahnil.

Dahnil menegaskan bahwa imbauan ini merupakan langkah mitigasi prioritas untuk memastikan keamanan warga negara Indonesia (WNI). Keputusan ini juga diambil berdasarkan hasil koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang terus memantau dinamika keamanan di kawasan tersebut secara real-time.

“Orientasi negara tentu adalah keselamatan warga negara. Karena dinamika konflik saat ini masih sangat fluktuatif, kita perlu langkah antisipasi,” tambahnya.

Meski ada imbauan penundaan, pemerintah memastikan tetap mendampingi jemaah umrah Indonesia yang saat ini sudah berada di Arab Saudi. Berdasarkan data terbaru, tercatat sekitar 43 ribu jemaah asal Indonesia tengah menjalankan ibadah di sana.

Kementerian Haji dan Umrah bersama Kemenlu telah menginstruksikan para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk memberikan pendampingan ekstra hingga jemaah kembali ke tanah air dengan selamat.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan guna memastikan kelancaran proses kepulangan.

Sejauh ini, pemerintah mencatat adanya tren penurunan jumlah keberangkatan jemaah umrah pasca-munculnya imbauan tersebut.

Menurut Dahnil, hal ini menunjukkan masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan faktor risiko keamanan di tengah situasi global yang tidak menentu. (Antara)

Baca Juga: Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB