Selandia Baru KajI Pengakuan Palestina, Keputusan Final September

Selandia Baru tengah mempertimbangkan langkah untuk mengakui kedaulatan negara Palestina dan akan memutuskan dalam waktu satu bulan. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Winston Peters pada Senin (11/8).

Elara | MataMata.com
Senin, 11 Agustus 2025 | 22:26 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters saat pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (13/6/2025). /ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters saat pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (13/6/2025). /ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Matamata.com - Selandia Baru tengah mempertimbangkan langkah untuk mengakui kedaulatan negara Palestina dan akan memutuskan dalam waktu satu bulan. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Winston Peters pada Senin (11/8).

Peters mengungkapkan, isu tersebut telah dibahas dalam rapat kabinet pada hari yang sama. “Pemerintah akan secara resmi mempertimbangkan langkah ini dan mengambil keputusan pada September,” ujarnya, seperti dilaporkan Radio New Zealand.

Rencananya, Peters akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York pada akhir September untuk menyampaikan sikap resmi pemerintah. Meski pengumuman ini tidak mengubah posisi Selandia Baru terkait Gaza maupun status kenegaraan Palestina, tenggat waktu tersebut dinilai mengisyaratkan potensi Wellington mengikuti langkah sejumlah negara Barat yang bergerak menuju pengakuan resmi.

Langkah ini bertepatan dengan keputusan Australia yang akan mengakui Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB bulan depan. Prancis sebelumnya juga menyatakan niat serupa, sementara Inggris menegaskan akan mendukung pengakuan negara Palestina jika Israel gagal memenuhi persyaratan tertentu.

Peters menegaskan, krisis kemanusiaan di Gaza layak menjadi prioritas agenda global. “Selandia Baru telah memberikan perhatian secara cermat, metodis, dan penuh pertimbangan terhadap isu ini,” katanya.

“Kami akan mempertimbangkan fakta di lapangan yang memburuk dengan cepat, perbedaan pandangan di antara mitra dekat kami terkait pengakuan ini, serta sikap sejumlah negara Arab yang menegaskan bahwa Hamas harus melucuti senjata dan tidak boleh memiliki peran di pemerintahan Palestina di masa depan,” tambahnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Maskapai nasional Garuda Indonesia menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk melayani musim haji 202...

news | 17:00 WIB

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait...

news | 16:15 WIB

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari....

news | 15:15 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan pelaku sektor pertanian dalam ag...

news | 14:15 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera memberikan informasi terbaru terkait perpanjangan masa pencega...

news | 13:00 WIB

Presiden Prabowo umumkan Indonesia berhasil swasembada beras sepanjang 2025 dan berhenti impor. Simak detail pencapaian ...

news | 11:15 WIB

Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelaka...

news | 10:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas agar pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) 18 proyek ...

news | 09:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin retret kabinet di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026)....

news | 07:00 WIB

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa Indonesia, yang segera menjabat sebagai Presiden Dewan H...

news | 16:00 WIB