Menuju Swasembada, Kementan Targetkan Impor 1 Juta Sapi Perah Hingga 2029

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia bisa swasembada susu pada 2029 melalui Peta Jalan Pemenuhan Susu Segar Nasional 20252029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah merencanakan impor sekitar satu juta ekor sapi perah dalam li

Elara | MataMata.com
Selasa, 15 Juli 2025 | 13:20 WIB
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Kementan Agung Suganda dalam Seremonial Penyerahan Simbolis Sapi Perah Bunting Jenis Crossbreed kepada Peternak Mitra di Probolinggo, Jawa Timur pada Selasa (15/7/2025). (ANTARA/Aji Cakti)

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Kementan Agung Suganda dalam Seremonial Penyerahan Simbolis Sapi Perah Bunting Jenis Crossbreed kepada Peternak Mitra di Probolinggo, Jawa Timur pada Selasa (15/7/2025). (ANTARA/Aji Cakti)

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia bisa swasembada susu pada 2029 melalui Peta Jalan Pemenuhan Susu Segar Nasional 2025–2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah merencanakan impor sekitar satu juta ekor sapi perah dalam lima tahun ke depan.

“Khusus untuk komoditas susu, pemerintah telah membuat Peta Jalan Pemenuhan Susu Segar 2025–2029. Untuk mencapai target swasembada susu tahun 2029, kita membutuhkan impor sapi perah sebanyak 1 juta ekor selama 5 tahun ke depan,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (15/7).

Selain mengandalkan impor, peningkatan produktivitas sapi perah lokal juga terus diupayakan melalui program inseminasi buatan. Agung menjelaskan, inseminasi menggunakan straw dari Balai Besar Inseminasi Buatan di Singosari, Kabupaten Malang, menjadi salah satu cara memperkuat populasi dan produktivitas sapi perah dalam negeri.

“Straw ini menjadi penguat kita untuk peningkatan populasi dan produktivitas sapi-sapi perah kita yang ada saat ini,” tambahnya.

Saat ini, sekitar 79 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor. Untuk itu, Program Percepatan Susu dan Daging Nasional telah dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mempermudah peternak, termasuk di wilayah Pasuruan, dalam mengimpor sapi perah guna mendongkrak kualitas susu lokal. Ia menyatakan kebijakan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah kepada peternak lokal, sekaligus sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Amran juga meminta seluruh jajaran Kementan untuk memangkas birokrasi perizinan impor sapi perah dan menegaskan agar tidak ada gratifikasi dalam pelayanan terhadap peternak maupun importir. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat...

news | 13:26 WIB

Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat menjaga etika dan kesantunan dalam mengkritik agar tidak berujung laporan pol...

news | 13:23 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi UU. Simak 5 poin penting mulai dari Dana Abadi ...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidik...

news | 12:07 WIB

China kecam penyitaan kapal kargo Iran oleh AS di Selat Hormuz. Di tengah ancaman bom Donald Trump, stabilitas energi gl...

news | 12:02 WIB

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan ...

news | 10:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. T...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump ancam ledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran yang berakhir 22 April tidak diperp...

news | 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4-6% pada 2026 melalui strategi hilirisasi, penguatan ...

news | 07:15 WIB

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ...

news | 06:00 WIB