Paslon Nomor 1 dan 3 Berpotensi Gabung, Fahri Hamzah Tawarkan Hal Ini Agar Tak Kecewa saat Pemungutan Suara

Seperti diketahui, kubu Prabowo-Gibran hingga saat ini masih berusaha menyelesaikan Pilpres satu putaran saja

Baktora | MataMata.com
Selasa, 16 Januari 2024 | 18:33 WIB
Jubir Tim Pemenangan Prabowo-Gibran sekaligus politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

Jubir Tim Pemenangan Prabowo-Gibran sekaligus politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

Matamata.com - Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah angkat bicara soal potensi paslon nomor urut 1 dan 3 yang bakal bergabung. Hal itu menyusul penolakan Pilpres 2024 yang rencananya bakal terajdi satu putaran yang menjadi target paslon nomor urut 2.

Fahri beranggapan bahwa paslon nomor urut 1 dan 3 sebaiknya bergabung agar tidak menumpuk rasa kecewa. Sejauh pandangan politiknya, kubu Anies-Muhaimin (AMIN) dan Ganjar-Mahfud MD dianggap memiliki rasa kecewa yang tidak rasional.

"Yang dua ini karena kecewa, nah kenapa tidak gabung saja mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo-Gibran," kata Fahri menawarkan dikutip, Selasa (16/1/2024).

Bahkan jika menyimpan rasa kecewa hingga ingin berkoalisi saat Pilpres berajalan, hal itu dianggap tak layak untuk menjadi pilihan masyarakat.

"Jadi kami imbau saja, ayo bergabung bersama [paslon] 02. Selesaikan Pemilu ini satu kali putaran pada 14 Februari," terang dia.

Alasan lain Fahri Hamzah mengajak paslon nomor urut 1 dan 3 berkoalisi dengan Prabowo-Gibran untuk memerangi kemungkinan intervensi kekuatan asing. Termasuk kekuatan politik global yang berpotensi mengganggu stabilitas negara.

Bahkan bagi Fahri Hamzah, sisa Pemilu 2014 dan 2019 lalu yang memecah dua kubu ekstrem dan masih tersisa hingga tersebar di kubu paslon AMIN dan Ganjar-Mahfud.

Maka dari itu, dirinya menyebutkan bahwa keputusan Jokowi untuk menarik Prabowo di sisa periodenya menjabat adalah cara untuk menyatukan dua pikiran yang tak sama tersebut.

Kolase Capres Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. [Dok.Istimewa]
Kolase Capres Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. [Dok.Istimewa]

 

Penerimaan masyarakat terhadap Prabowo dan Jokowi yang akhirnya berkoalisi terbukti menekan kecenderungan masyarakat terhadap pemerintahan. Sehingga upaya untuk menghilangkan kubu ekstrem itu dilakukan di pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Ganjar Komentari Gol Irak ke Gawang Indonesia di Piala Asia 2023, Netizen: Bisa Batalin Golnya, Saya Coblos Bapak!

"Kalau Pak Prabowo dan Pak Jokowi konsepsional mereka itu tertuju ke penyatuan kabinet. Yang dua ini kecewa saja, sekarang tiba-tiba kecewa lalu mau gabung. Jadi dasar awalnya enggak kuat, terus kenapa harus jadi berbeda?" celetuk politikus Partai Gelora ini.

Seperti diketahui, kubu Prabowo-Gibran hingga saat ini masih berusaha menyelesaikan Pilpres satu putaran saja. Maka dari itu minimal elektabilitas yang perlu diraih Prabowo-Gibran adalah 50 persen ketika pemungutan suara.

Rencana Pilpres 2024 satu putaran ini terus digaungkan. Padahal untuk mencapai angka tersebut tak bakal mudah menyusul AMIN dan Ganjar-Mahfud MD yang juga bergerilya untuk meraih suara terbanyak.

Penolakan Pilpres 2024 satu putaran pun ikut menggema. Maka dari itu Paslon nomor urut 1 dan 3 kerap diakaitkan menjalin komunikasi intens.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani angkat bicara beberapa waktu lalu untuk membahas hal tersebut. Komunikasi perwakilan masing-masing kubu juga sudah dilakukan.

Kendati begitu, kepastian apakah kedua kubu tersebut akan bergabung belum ada. Menyusul PDI Perjuangan sendiri berambisi untuk bisa meraih banyak suara dalam langkah politiknya.

Sementara kubu AMIN juga memiliki optimistis yang cukup besar untuk memenangkan Anies-Muhaimin sebagai presiden dan wakil presiden.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat...

news | 13:26 WIB

Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat menjaga etika dan kesantunan dalam mengkritik agar tidak berujung laporan pol...

news | 13:23 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi UU. Simak 5 poin penting mulai dari Dana Abadi ...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidik...

news | 12:07 WIB

China kecam penyitaan kapal kargo Iran oleh AS di Selat Hormuz. Di tengah ancaman bom Donald Trump, stabilitas energi gl...

news | 12:02 WIB

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan ...

news | 10:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. T...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump ancam ledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran yang berakhir 22 April tidak diperp...

news | 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4-6% pada 2026 melalui strategi hilirisasi, penguatan ...

news | 07:15 WIB

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ...

news | 06:00 WIB