Ganjar Pranowo Tanggapi Makan Malam Jokowi dan Prabowo: Mending Ditegaskan Saja 'Saya Berpihak'

Ganjar Pranowo tak menampik bahwa seorang presiden juga memiliki pilihan.

Baktora | MataMata.com
Minggu, 07 Januari 2024 | 14:04 WIB
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat makan malam bersama. (Instagram/@prabowo)

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat makan malam bersama. (Instagram/@prabowo)

Matamata.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengomentari pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru baru ini. Kedua pejabat penting di pemerintah saat ini bertemu untuk makan malam.

Ganjar Pranowo tak menampik bahwa seorang presiden juga memiliki pilihan. Namun lebih baik, pemimpin negara bisa secara tegas menyebutkan keberpihakannya.

"Saya melihat biasa saja, kan memang sudah berpihak. Malah lebih baik ditegaskan saja bahwa 'ini saya berpihak'," ujar Ganjar dikutip, Minggu (7/1/2023).

Meski pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut sebatas antara presiden dan menterinya yang masih dalam ranah tugas negara, Ganjar menilai hal itu tentu menunjukkan keberpihakan.

"Kalau buat saya itu pasti. Itu menunjukkan sikap berpihaknya gitu," ujar dia.

Ganjar melanjutkan bahwa ia tak mempersoalkan jika memang presiden memiliki pilihan dan keberpihakannya di kontestasi politik Februari 2024 ini. Namun ia mengingatkan tidak ada lagi penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan negara dalam konteks demokrasi di Indonesia.

"Yang penting tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, kewenangan, sehingga semua yang bertarung itu fair play," terang Ganjar.

"Kalau saya tidak masalah, namanya juga sebuah pilihan kan," tambah mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Seperti diketahui, Jokowi kerap dikait-kaitkan dengan dukungan ke paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Bahkan mulusnya Gibran sebagai cawapres juga tak lain dari peran Jokowi sendiri.

Dibantu MK, yang saat itu diketahui Anwar Usman yang merupakan adik ipar Jokowi, Gibran Rakabuming Raka memenuhi syarat sebagai pendaftar capres-cawapres karena sudah pernah menjabat kepala daerah meski usianya belum genap 40 tahun.

Baca Juga: Peluang Dulang Suara di Aceh, Prabowo atau Anies yang bakal Ketiban Durian Runtuh?

Kendati begitu Jokowi enggan berkomentar banyak dan memilih fokus untuk menyelesaikan tugasnya. Termasuk untuk berkoodinasi dengan sejumlah menteri di akhir masa jabatannya.

Saat ini para capres akan melanjutkan agenda penting dalam debat yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam WIB.

Untuk tema kali ini adalah, pertahanan, keamanan, geopolitik dan politik luar negeri. Tema itu juga dianggap menguntungkan Prabowo Subianto, menyusul jabatan dan statusnya saat ini sebagai Menteri Pertahanan.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB