KAA ke-71: Menbud Fadli Zon Tegaskan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia

Kementerian Kebudayaan peringati 71 tahun KAA. Menbud Fadli Zon tekankan pentingnya budaya untuk perdamaian dunia dan usulan Bandung jadi warisan UNESCO.

Elara | MataMata.com
Senin, 20 April 2026 | 08:15 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika bertajuk Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia di Hotel Savoy Homann, Minggu. ANTARA/HO-Humas Kemenbud

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika bertajuk Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia di Hotel Savoy Homann, Minggu. ANTARA/HO-Humas Kemenbud

Matamata.com - Kementerian Kebudayaan memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan mengusung tema “Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia”. Peringatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung dalam merespons ketidakpastian global saat ini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa budaya memiliki peran krusial sebagai sarana membangun perdamaian dan memperkuat kepercayaan antarnegara. Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik, perlindungan terhadap kebudayaan dianggap sebagai fondasi keamanan global.

“Jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan. Tidak boleh ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa atau membungkam identitas,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Minggu (19/4).

Fadli menambahkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tetap konsisten pada prinsip non-blok. Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama global dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Piagam PBB.

Acara peringatan ini juga menghadirkan dialog kebudayaan yang melibatkan tokoh lintas sektor, mulai dari Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy, anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, hingga akademisi hubungan internasional Anton Aliabbas.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusulkan langkah strategis untuk menjaga identitas sejarah. Ia mendorong kawasan Simpang Lima hingga Jalan Asia Afrika di Bandung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Selain diskusi, perayaan ini diwarnai dengan peluncuran buku “Konferensi Asia Afrika dalam Gambar” yang berisi dokumentasi visual otentik peristiwa KAA 1955. Pameran foto dan narasi sejarah secara kuratorial juga turut ditampilkan untuk mengedukasi publik.

Sejumlah perwakilan diplomatik dari negara sahabat turut hadir dalam seremoni ini, di antaranya delegasi dari Sudan, Kamboja, Yaman, Irak, Afganistan, Sri Lanka, Thailand, India, hingga Timor Leste.

Melalui agenda ini, Kementerian Kebudayaan berkomitmen menjadikan peringatan KAA sebagai sarana diplomasi budaya yang berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan dan pelestarian warisan budaya demi mendukung perdamaian dunia. (Antara)

Baca Juga: Ketua DPRD Kaltara Tekankan Harmoni Pusat-Daerah Usai Retret di Magelang

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian PU tuntaskan pembangunan dua dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) di PLBN Wini dan Motamasin, NTT, guna perkuat...

news | 13:26 WIB

Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat menjaga etika dan kesantunan dalam mengkritik agar tidak berujung laporan pol...

news | 13:23 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi UU. Simak 5 poin penting mulai dari Dana Abadi ...

news | 13:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidik...

news | 12:07 WIB

China kecam penyitaan kapal kargo Iran oleh AS di Selat Hormuz. Di tengah ancaman bom Donald Trump, stabilitas energi gl...

news | 12:02 WIB

Kemenag menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk jamaah haji gelombang pertama. Simak penjelasan mengenai skema penempatan ...

news | 10:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. T...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump ancam ledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran yang berakhir 22 April tidak diperp...

news | 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4-6% pada 2026 melalui strategi hilirisasi, penguatan ...

news | 07:15 WIB

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ...

news | 06:00 WIB