Minat Tinggi, Pendaftar Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 220 Ribu Orang

Pendaftaran Manajer Kopdes Merah Putih 2026 tembus 220 ribu orang dalam 4 hari. Simak update progres pembangunan dan regulasi terbarunya di sini.

Elara | MataMata.com
Senin, 20 April 2026 | 14:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinator terbatas yang membahas Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Senin (20/4/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinator terbatas yang membahas Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Senin (20/4/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan antusiasme tinggi masyarakat dalam rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hingga Minggu (19/4), jumlah pendaftar tercatat telah menembus angka 220.364 orang sejak pendaftaran dibuka pada Rabu (15/4) lalu.

"Pendaftarnya sangat banyak, sehingga terkadang situs mengalami gangguan. Namun, saya tegaskan pendaftaran ini terbuka, transparan, jujur, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin kelulusan," ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Selain Kopdes, Zulhas yang juga menjabat Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih menyebutkan bahwa lowongan pengelola Kampung Nelayan Merah Putih juga diminati banyak orang, dengan total pendaftar mencapai 64.029 orang.

Progres Infrastruktur Lahan Terkait kesiapan fisik, pemerintah telah memetakan 35.408 titik lahan yang memenuhi standar luas minimal 1.000 meter persegi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.625 titik sedang dalam proses pembangunan, sementara 5.714 titik lainnya telah rampung 100 persen.

"Lahan lainnya terus kami data dan akan disesuaikan pada periode berikutnya. Kendala di perkotaan biasanya harga tanah yang mahal dan kepemilikan yang beragam, serta luas lahan yang tidak selalu memenuhi standar," tuturnya.

Zulhas memastikan regulasi pendukung telah tuntas, termasuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026 yang mengatur tata cara penyaluran dana desa untuk percepatan pembangunan fisik gerai dan gudang koperasi.

Saat ini, pemerintah tinggal menunggu aturan teknis dari Agrinas Pangan Nasional terkait audit nilai bangunan. Proses pembayaran nantinya akan dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 koperasi desa selesai pada Juni 2026.

Sebagai informasi, pendaftaran 30.000 formasi manajer Kopdes Merah Putih masih dibuka hingga 24 April 2026. Peserta yang lolos akan dikontrak oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun, dengan opsi evaluasi keberlanjutan oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB