Seskab Teddy dan Menkop Bahas Pendaftaran 30.000 Manajer Koperasi Desa Merah Putih

Seskab Teddy Indra Wijaya membahas rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih bersama Menkop Ferry Juliantono. Target serap 800.000 pekerja baru.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 April 2026 | 09:30 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menerima Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) menerima Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet

Matamata.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (20/4) malam. Pertemuan ini fokus membahas perkembangan rekrutmen nasional 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Berdasarkan informasi resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Kamis (21/4), pendaftaran manajer koperasi ini telah dibuka sejak 15 April hingga 24 April 2026. Program ini bertujuan menyaring talenta profesional yang akan memimpin unit koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.

Para manajer yang terpilih nantinya akan memimpin pegawai koperasi yang direkrut dari warga desa setempat. Setelah proses pendaftaran ditutup, para pelamar akan menjalani seleksi ketat dan pelatihan manajerial serta perkoperasian selama dua bulan.

Setelah masa pelatihan, mereka akan resmi bertugas di bawah koordinasi lintas kementerian/lembaga, khususnya Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN.

Proyeksi penyerapan tenaga kerja dari program ini tergolong masif. Jika satu koperasi dipimpin oleh satu manajer dengan minimal 10 pekerja, maka akan tersedia sedikitnya 800.000 lapangan kerja baru. Targetnya, pemerintah akan membangun 80.000 Koperasi Desa Merah Putih secara bertahap di seluruh Indonesia.

Kehadiran koperasi desa ini diharapkan mampu mempercepat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Dengan sistem yang terarah dan tanpa perantara, warga desa diharapkan mendapatkan harga jual komoditas yang lebih menguntungkan dan adil. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian Pariwisata mencatat pertumbuhan positif pada April 2026. Kunjungan wisman menembus 1,25 juta dan devisa pari...

news | 09:41 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku bangga dengan debut Mathew Baker (17 tahun) yang memecahkan rekor sebagai ...

news | 08:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun ata...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai momentum nobar Piala Dunia 2026 di TVRI bisa mendongkrak ekonomi ...

news | 06:00 WIB

Description: Komisi III DPR RI mengusulkan agar RUU Polri terbaru turut mengatur netralitas anggota aktif terhadap ormas...

news | 14:28 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR M. Sarmuji mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) transparan dalam penunjukan titik SPPG dan mengeva...

news | 14:24 WIB

KSP tegaskan komitmen selamatkan aset negara. Kepala KSP Dudung Abdurachman sebut Satgas PKH berhasil amankan aset & keu...

news | 14:21 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan agar jabatan utama nonoperasional di Polri dapat diisi oleh sipil lewat revisi UU...

news | 12:51 WIB

Menkum Supratman Andi Agtas ingatkan ASN jangan main-main dengan layanan publik usai kasus korupsi Wamen Imigrasi Silmy ...

news | 12:45 WIB

Mendag Budi Santoso resmi merevisi aturan PMSE (Permendag 31/2023). Kini, pedagang online wajib punya izin usaha, dan fi...

news | 11:29 WIB