Danantara Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Palembang

Danantara meninjau proyek PSEL Palembang yang mencapai progres 81,94%. Target operasional Oktober 2026 untuk olah 1.000 ton sampah jadi energi listrik.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 April 2026 | 06:00 WIB
Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman (paling kiri) bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau proyek PSEL di Keramasan, Kertapati, Palembang, Senin (20/4/2026). ANTARA/M Imam Pramana

Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman (paling kiri) bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau proyek PSEL di Keramasan, Kertapati, Palembang, Senin (20/4/2026). ANTARA/M Imam Pramana

Matamata.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meninjau langsung kesiapan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan, Kertapati, Kota Palembang, Senin (20/4). Langkah ini merupakan gerak cepat institusi tersebut dalam menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah perkotaan.

Director of Investment Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menyatakan bahwa peninjauan ini bertujuan memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 berjalan optimal. Regulasi tersebut mengatur percepatan pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

"Kota Palembang kami nilai sangat siap dalam pengendalian sampah melalui proyek PSEL ini. Sejauh ini, pembangunan proyek menunjukkan progres yang sangat baik," ujar Fadli usai meninjau lokasi.

Fadli berharap PSEL Palembang menjadi solusi berkelanjutan yang berdampak signifikan, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli didampingi langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Berdasarkan data Pemerintah Kota Palembang, progres pembangunan fisik proyek PSEL hingga Maret 2026 telah mencapai 81,94 persen.

"Kami menargetkan PSEL Palembang dapat beroperasi penuh pada Oktober 2026. Fasilitas ini dirancang untuk mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari," ungkap Ratu Dewa.

Lebih lanjut, Ratu Dewa mendorong agar proyek strategis ini tetap mengedepankan kearifan lokal serta mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Ia juga memproyeksikan kawasan PSEL sebagai pusat edukasi bagi generasi muda serta wadah pembinaan bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.

"Harapan kami, proyek ini berjalan lancar tanpa kendala teknis sehingga bisa menjadi proyek percontohan nasional dalam transformasi sampah menjadi energi," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB

KPK resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terkait kasus dugaan korupsi pengurusan...

news | 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto panggil BPKP dan PPATK setelah mencium indikasi penyelewengan oleh pimpinan di Badan Gizi Nasi...

news | 08:26 WIB

Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer menghadapi sidang vonis kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 dan gratifikasi di PN ...

news | 07:15 WIB

Anggota DPR RI Yan Mandenas meminta Kepala BGN baru Nanik S. Deyang fokus benahi distribusi dan kualitas program Makan B...

news | 06:00 WIB