Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito Pererat Hubungan Bilateral Tanpa Bahas Politik

Presiden Prabowo bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo untuk mempererat hubungan bilateral. Kunjungan ini juga menghasilkan kesepakatan bisnis senilai US$22,6 miliar.

Elara | MataMata.com
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:15 WIB
Indonesian President Prabowo pays a courtesy call on Japanese Emperor Naruhito at the Imperial Palace, Tokyo, on Monday (March 30, 2026). (ANTARA/HO-Presidential Secretariat)

Indonesian President Prabowo pays a courtesy call on Japanese Emperor Naruhito at the Imperial Palace, Tokyo, on Monday (March 30, 2026). (ANTARA/HO-Presidential Secretariat)

Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan hangat dengan Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo, Senin (30/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat hubungan antar-masyarakat (people-to-people ties) tanpa menyentuh ranah politik praktis.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan bahwa pembicaraan bilateral tersebut lebih difokuskan pada perayaan hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Jepang sebagai mitra strategis.

"Seperti yang kita ketahui, Kaisar merupakan simbol nasional Jepang. Oleh karena itu, diskusi tidak berputar pada masalah politik, melainkan menekankan pada hubungan bilateral dan kedekatan antar-warga," ujar Sugiono dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (31/3).

Selama sekitar 20 menit, Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito membahas pentingnya komunikasi terbuka demi memperdalam koneksi kedua bangsa. Kaisar Naruhito secara khusus menyampaikan harapannya agar warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang baik.

"Jika ada hal-hal yang membutuhkan perhatian, pihak Jepang mendorong kami untuk menyampaikannya agar kedua negara dapat membina ikatan yang benar-benar erat di tengah masyarakat," tambah Sugiono.

Usai pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga melakukan pembicaraan terpisah dengan Putra Mahkota Jepang, Pangeran Fumihito. Rangkaian agenda di istana ditutup dengan jamuan makan siang kenegaraan di Rensui North, area Istana Kekaisaran yang dikenal dengan arsitektur klasiknya.

Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menlu Sugiono.

Selain agenda seremonial di istana, Presiden Prabowo juga menghadiri Indonesia-Japan Business Forum. Forum ini menjadi bukti nyata penguatan kerja sama ekonomi kedua negara dengan dihasilkannya 10 kesepakatan bisnis (business-to-business).

Total nilai investasi dari kesepakatan tersebut mencapai US$22,6 miliar atau sekitar Rp358 triliun. Kerja sama ini mencakup sektor-sektor strategis seperti industri, energi, dan pengembangan teknologi, yang diharapkan dapat memperkokoh prospek ekonomi Indonesia di masa depan. (Antara)

Baca Juga: Jadi Ustadz di Film 'Kupilih Jalur Langit', Emir Mahira Merasa Tertarik Dalami Agama Sendiri

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

ITDC berkomitmen menerapkan pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika dengan mengalokasikan 30% lahan untuk RTH dan mena...

news | 15:37 WIB

Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra menggelar sidang etik tertutup terhadap Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Sid...

news | 15:34 WIB

Pemkot Palembang resmi memberlakukan denda maksimal Rp500 ribu dan sanksi sosial sapu jalanan bagi pembuang sampah semba...

news | 15:30 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026, lengkap dengan cold st...

news | 14:28 WIB

Penebusan pupuk subsidi melonjak 36% menjadi 3,4 juta ton per Mei 2026. PT Pupuk Indonesia (Persero) siapkan strategi di...

news | 14:20 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sebut penyelamatan uang negara Rp10,27 triliun oleh Kejagung di era Prabowo jad...

news | 14:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Simental seberat 1,05 ton dari peternak di Bantul, DIY seharga Rp110...

news | 14:03 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti memperkuat kerja sama ekonomi RI-Rusia di Kazan. Nilai perdagangan naik 21,7%, targetkan ratifik...

news | 08:08 WIB

Presiden AS Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan AS-China, mulai dari pengaruh Konfusius hingga kerja sama e...

news | 07:15 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meresmikan pabrik pengolahan ikan PT BIG di Bintan. Tegaskan komitmen stop kapal luar ...

news | 06:00 WIB