Cetak Rekor Stok Beras 5,4 Juta Ton, Bulog Buka Akses Gudang Jadi Sarana Edukasi

Perum Bulog membuka akses gudang sebagai sarana edukasi ketahanan pangan. Di saat bersamaan, stok beras Bulog mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah hingga 5,4 juta ton.

Elara | MataMata.com
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:33 WIB
Cetak Rekor Stok Beras 5,4 Juta Ton, Bulog Buka Akses Gudang Jadi Sarana Edukasi

Cetak Rekor Stok Beras 5,4 Juta Ton, Bulog Buka Akses Gudang Jadi Sarana Edukasi

matamata.com - Perum Bulog berkomitmen membuka akses gudangnya seluas-luasnya bagi masyarakat dan perguruan tinggi sebagai sarana edukasi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Komitmen ini disampaikan di tengah pencapaian stok beras nasional yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa keterbukaan ini bertujuan agar masyarakat bisa melihat langsung kondisi riil ketahanan pangan nasional.

"Gudang Bulog terbuka sebagai sarana edukasi sehingga masyarakat dapat melihat sendiri bahwa stok beras nasional terjaga dengan baik. Kondisi gudang yang penuh seperti di Sunter ini juga merupakan gambaran gudang-gudang Bulog di berbagai daerah," ujar Rizal dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rizal saat memimpin langsung kunjungan akademik mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (29/6).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mempelajari tata kelola penyimpanan beras, mulai dari proses penerimaan, pengendalian kualitas, hingga sistem penyimpanan. Selain itu, mereka juga meninjau Sentra Pengolahan Beras (SPB) untuk melihat proses hilirisasi pangan, seperti pembersihan, pemolesan, hingga pengemasan beras siap konsumsi.

Tak hanya membuka pintu edukasi, Bulog juga membuka peluang kerja sama riset dengan perguruan tinggi. "Kami membuka peluang kerja sama melalui penelitian, pengembangan teknologi, maupun inovasi di bidang pangan guna mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," tambah Rizal.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Rizal membeberkan capaian positif kinerja Bulog. Per 29 Juni 2026, realisasi pengadaan beras telah mencapai lebih dari 3,2 juta ton, atau di atas 80 persen dari target tahun ini.

Saat ini, total stok CBP yang dikelola Bulog telah menembus angka 5,4 juta ton. Angka ini menjadi catatan stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan.

Melalui transparansi dan kolaborasi ini, Bulog berharap sinergi dengan kalangan akademisi dapat melahirkan inovasi baru demi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan. (Antara)

Baca Juga: Yusril Tegaskan Tolak Intervensi Malaysia dalam Draf Perjanjian Pemindahan Narapidana

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK memanggil Kepala Grup Pengadaan Bank BJB dan mantan aspri Ridwan Kamil sebagai saksi kasus korupsi pengadaan iklan s...

news | 14:02 WIB

Menpora Erick Thohir menyebut potensi wisata olahraga (sport tourism) Indonesia baru tergarap 0,5 persen atau Rp39,5 tri...

news | 13:19 WIB

Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, memecahkan rekor Asian Games tiga kali dan memuncaki kualifikasi spee...

news | 12:27 WIB

MK resmi mengabulkan penarikan permohonan uji materiil Pasal Santet (Pasal 252 KUHP) yang diajukan mahasiswa Unpam karen...

news | 11:04 WIB

Presiden Slovakia Peter Pellegrini prihatin atas insiden siswa SD di Staskov yang menyerang guru dan murid dengan pisau ...

news | 11:00 WIB