Yusril Tegaskan Tolak Intervensi Malaysia dalam Draf Perjanjian Pemindahan Narapidana

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim. Indonesia tegas tolak intervensi Malaysia dalam draf perjanjian pemindahan napi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB
Yusril Tegaskan Tolak Intervensi Malaysia dalam Draf Perjanjian Pemindahan Narapidana

Yusril Tegaskan Tolak Intervensi Malaysia dalam Draf Perjanjian Pemindahan Narapidana

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga kedaulatan hukum dalam draf perjanjian pemindahan narapidana (transfer of sentenced persons) dengan Malaysia.

Indonesia menolak klausul yang mengharuskan persetujuan otoritas Malaysia terkait pemberian pengampunan bagi narapidana Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi.

Hal tersebut disampaikan Yusril usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Putrajaya, Malaysia, Senin (29/6).

"Mulanya pemerintah Malaysia meminta pemberian pengampunan, seperti remisi, amnesti, dan abolisi terhadap narapidana WNI yang telah dipulangkan, harus melibatkan dan meminta persetujuan otoritas Malaysia. Kami menolak, karena hal itu sepenuhnya tanggung jawab dan kewenangan pemerintah Indonesia," ujar Yusril dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Yusril menjelaskan prinsip tersebut berlaku timbal balik. Jika narapidana warga negara Malaysia dipulangkan ke negaranya, proses pembinaan dan hak pengampunan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Malaysia.

"Hanya ada kewajiban untuk melaporkan secara resmi bahwa telah dilakukan remisi atau pengampunan. Kami akan menghormati sepenuhnya kewenangan mereka," ungkapnya.

Menurut Yusril, Kemenko Kumham Imipas kini bertindak proaktif terkait pemindahan narapidana. Setelah sebelumnya Indonesia memulangkan banyak narapidana asing ke negara asal, kini saatnya pemerintah fokus memulangkan narapidana WNI yang berada di luar negeri.

Draf perjanjian ini sendiri telah dibahas bersama antara Kementerian Dalam Negeri Malaysia dan Kemenko Kumham Imipas RI, serta bersiap untuk segera ditandatangani.

Selain membahas isu krusial tersebut, dalam pertemuan hangat selama hampir satu jam itu, Yusril juga menyampaikan salam hangat dari Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mengapresiasi kesediaan PM Anwar Ibrahim yang menerima kunjungan ini di tengah padatnya agenda kenegaraan.

Yusril menilai hubungan baik antara pemimpin kedua negara menjadi fondasi kokoh untuk mempererat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari perlindungan warga negara, penanganan kejahatan lintas negara, hingga penguatan kelembagaan.

Baca Juga: Menko AHY Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik RI Menuju Net Zero Emissions 2060

"Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara serumpun yang memiliki hubungan persahabatan lama. Hubungan ini tidak hanya dibangun atas kedekatan geografis, tetapi juga ikatan sejarah, budaya, dan persaudaraan," pungkas Yusril.

Dalam pertemuan di Kantor Perdana Menteri Malaysia tersebut, Menko Yusril didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Hukum Nofli, Deputi Bidang Koordinasi Imigrasi dan Pemasyarakatan I Nyoman Gede Surya Mataram, serta Dubes RI untuk Malaysia Mohammad Iman Hascarya Kusumo.

Sementara PM Anwar Ibrahim didampingi oleh Mendagri Malaysia Dato' Sri Saifuddin Nasution, Jaksa Agung Malaysia Dato' Mohd Dusuki Mokhtar, serta pejabat kementerian terkait. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

MK resmi mengabulkan penarikan permohonan uji materiil Pasal Santet (Pasal 252 KUHP) yang diajukan mahasiswa Unpam karen...

news | 11:04 WIB

Presiden Slovakia Peter Pellegrini prihatin atas insiden siswa SD di Staskov yang menyerang guru dan murid dengan pisau ...

news | 11:00 WIB

Kemnaker mulai menyusun peta jalan tata kelola PRT pasca-pengesahan UU No. 2 Tahun 2026 untuk menetapkan standar kompete...

news | 10:00 WIB

DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov melakukan pemetaan ketat dalam proyek SJUT Rp90 miliar agar pengerjaan kabel bawah tana...

news | 09:05 WIB

Mocca sukses menggelar tur konser 'China Unforgotten Tour' di empat kota Tiongkok dengan dukungan KJRI Guangzhou dan Han...

news | 08:15 WIB