Trump Klaim Iran Minta Pertemuan di Doha, Teheran Beri Bantahan

Donald Trump mengklaim Iran meminta pertemuan darurat di Doha pekan ini untuk bahas Selat Hormuz. Namun, Wakil Menlu Iran langsung mengeluarkan bantahan. Simak detailnya.

Elara | MataMata.com
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42 WIB
Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Xinhua/aa.

Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Xinhua/aa.

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah meminta pertemuan bilateral dengan AS yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026).

“Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha,” kata Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Senin (29/6/2026).

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya melaporkan bahwa kedua negara sedianya akan membahas masalah jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam pertemuan tersebut.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi. Ia menegaskan tidak ada jadwal pertemuan kelompok kerja teknis antara Teheran dan Washington pada pekan ini.

"Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan untuk minggu ini. Laporan media tentang pembicaraan teknis di Doha tetap belum terkonfirmasi," ujar Gharibabadi seperti dikutip dari kantor berita Tasnim, Selasa (30/6/2026).

Meski membantah adanya pertemuan pekan ini, Gharibabadi tidak menampik bahwa konsultasi dengan Qatar sebagai mediator terus berjalan, termasuk membahas pemenuhan kewajiban masing-masing pihak berdasarkan memorandum bersama. Menurutnya, Iran dan AS baru akan menggelar pertemuan teknis setelah kedua belah pihak menyepakati waktu dan tempat.

Hubungan kedua negara sempat memanas sebelum akhirnya Iran dan AS menandatangani memorandum secara daring pada 18 Juni lalu. MoU tersebut mengatur pengakhiran konflik militer yang sempat pecah pada 28 Februari.

Dalam poin-poin MoU tersebut, AS diberi tenggat waktu untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebaliknya, Teheran berkomitmen memulihkan pelayaran di Selat Hormuz serta berjanji tidak mengembangkan senjata nuklir.

Isu program nuklir Iran nantinya akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah dengan target hasil akhir pencabutan sanksi anti-Iran. (Antara)

Baca Juga: Bawaslu: AI dan Transaksi Digital Mengubah Pola Pelanggaran Pemilu

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

MK menolak gugatan uji materi UU Desa yang diajukan mahasiswa. Syarat minimal usia calon kepala desa (kades) ditegaskan ...

news | 07:47 WIB

Bawaslu RI sebut kecerdasan buatan (AI) dan politik uang digital mengubah pola pelanggaran pemilu. Hukum acara pidana pe...

news | 06:00 WIB

BPI Danantara berkolaborasi dengan KPK untuk mengintegrasikan sistem pelaporan pelanggaran (WBS) di seluruh BUMN demi me...

news | 19:05 WIB

Menpora menegaskan kompetisi IBL 2026 yang semakin kompetitif dan melahirkan Bogor Hornbills sebagai juara baru menjadi ...

news | 18:27 WIB

Desainer Gen Z Fajar Novario memenangkan sayembara logo HUT Ke-81 RI pilihan masyarakat dan meraih Rp100 juta. Presiden ...

news | 16:41 WIB

Istana resmi merilis logo HUT Ke-81 RI karya desainer asal Padang. Simak makna filosofisnya dan cek daftar pemenang hadi...

news | 16:16 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penurunan bunga PNM Mekaar jadi 8 persen berlaku untuk semua nasabah. S...

news | 15:55 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan perluasan kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Simak jadwal pendaf...

news | 14:49 WIB

Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal RI per Mei 2026 aman dan terjaga dengan defisit APBN terkendali di angka 0...

news | 14:35 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU demi menjaga daya saing ...

news | 14:28 WIB