Ilustrasi - Saluran irigasi di lahan pertanian. (ANTARA/HO - Kementerian PU)
Matamata.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) terkait Irigasi menjadi jaminan agar pasokan air untuk lahan pertanian dapat terdistribusi secara merata. Penguatan infrastruktur irigasi ini dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Menurut Dody, jaringan irigasi yang prima memberikan kepastian ketersediaan air bagi para petani, terutama saat memasuki musim kemarau. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produksi sekaligus efisiensi usaha tani.
"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dody di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Pemerintah terus memacu target swasembada pangan melalui masifnya pembangunan infrastruktur pengairan. Dody menjelaskan, melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, Kementerian PU telah merehabilitasi jaringan irigasi sekunder sepanjang 920 meter di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Keberadaan saluran irigasi baru ini mampu mengairi 110 hektare lahan sawah. Manfaatnya pun langsung dirasakan oleh empat Kelompok Tani (Poktan) di sekitarnya yang kini mendapat distribusi air secara lebih adil dan merata.
Dampak positifnya sangat signifikan. Dody menyebutkan bahwa Indeks Pertanaman (IP) di kawasan Sukamakmur kini melonjak hingga angka 300, dari yang semula rata-rata hanya 200. Artinya, para petani setempat sekarang mampu memanen padi hingga tiga kali dalam satu tahun.
Sebagai informasi, jaringan irigasi ini awalnya merupakan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor. Kementerian PU kemudian membantu proses rehabilitasinya pada Tahun Anggaran 2025 lewat program Inpres 2/2025. Teranyar, pada Juni 2026 ini, Kementerian PU telah melakukan serah terima hibah aset tersebut kembali kepada Pemda.
Selain di DI Cihanjawar Cikupa, Kementerian PU juga merehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor, seperti Kecamatan Klapanunggal, Kemang, dan Caringin.
Total panjang pengerjaan di wilayah-wilayah tersebut mencapai 1,91 kilometer dan sukses mengairi lahan persawahan seluas 338 hektare. (Antara)
Baca Juga: Golkar Sebut Penurunan Harga Gas LNG Perkuat Daya Saing Industri Nasional