Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengumumkan alokasi anggaran Rp14 triliun pada 2026 untuk revitalisasi irigasi guna mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Elara | MataMata.com
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:01 WIB
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan

Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan

matamata.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun pada tahun 2026 khusus untuk merevitalisasi jaringan irigasi. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan indeks pertanaman petani dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan, dana tersebut merupakan kelanjutan dari program perbaikan irigasi jangka panjang yang ditargetkan rampung pada 2029. Sebelumnya, pada tahun 2025, pemerintah juga telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp12 triliun untuk program serupa.

"Tahun 2026 ini anggaran yang dialokasikan Rp14 triliun dan akan diteruskan sampai 2029. Diharapkan pada akhir 2029 nanti, semua jaringan irigasi yang memang memerlukan perbaikan sudah tuntas secara menyeluruh," ujar Sudaryono melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/6).

Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan langsung oleh Wamentan saat menyerap aspirasi dalam Kopdar Tani dan Nelayan di sela Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa (23/6).

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar ini, percepatan revitalisasi adalah respons nyata pemerintah atas keluhan petani yang kerap terkendala pasokan air akibat infrastruktur yang belum optimal.

Perbaikan irigasi diyakini mampu mendongkrak produktivitas lahan secara signifikan. Petani yang sebelumnya hanya bisa menanam satu kali dalam setahun akibat bergantung pada tadah hujan, ditargetkan bisa memanen hasil buminya hingga dua atau tiga kali setahun.

"Kita harapkan dengan adanya irigasi, petani tetap bisa menanam di musim kemarau. Selain negara mendapat peningkatan produktivitas pangan, kesejahteraan petani juga otomatis ikut naik karena intensitas panennya bertambah," jelasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur air adalah satu dari tiga pilar utama penguatan fondasi swasembada pangan. Dua pilar lainnya meliputi kepastian penyediaan benih berkualitas dan modernisasi alat mesin pertanian secara merata hingga ke pelosok wilayah, termasuk Papua.

Dalam kesempatan itu, ia juga bersyukur atas capaian Indonesia yang saat ini telah berhasil menghentikan keran impor untuk sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, dan gula. Kendati demikian, evaluasi dan perbaikan infrastruktur akan terus dipacu agar kemandirian pangan nasional semakin kokoh.

"Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen kuat untuk membangun swasembada. Ini bukan sekadar urusan putaran ekonomi, melainkan fondasi utama dari ketahanan dan kedaulatan bangsa kita," pungkas Sudaryono. (Antara)

Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Perpeloncoan dan Trauma

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di Nganjuk untuk menekan inflasi pangan. Pemprov Jatim pas...

news | 11:47 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menargetkan peraturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis selesai pada 2026 demi men...

news | 08:15 WIB

Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan klub Spanyol, O Parrulo Ferrol FS, dengan skor 3-5 pada laga uji coba ...

news | 07:15 WIB

Kodam IX/Udayana menerjunkan prajurit TNI untuk mengevakuasi warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT. BMKG sebut peri...

news | 11:37 WIB

Iran membantah tegas klaim Presiden AS Donald Trump yang ingin menguasai Selat Hormuz. Teheran menegaskan selat strategi...

news | 11:34 WIB