Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara

Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan 2026 di JCC memberikan arah yang jelas bagi kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:30 WIB
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara

Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara

matamata.com - Sejumlah akademisi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menilai pemaparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan memberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai aliran dalam bernegara. Acara yang dihadiri sekitar 2.600 akademisi dari seluruh Indonesia ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohammad Irhas Effendi, menyatakan bahwa paparan Presiden memberikan gambaran yang komprehensif. Menurutnya, penjelasan mengenai ideologi, ekonomi, hingga realisme memberikan pemahaman bahwa setiap negara memiliki pendekatan dan karakteristik berbeda dalam menjalankan pemerintahan.

"Penjelasan Presiden memberikan pemahaman bahwa setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda. Kami berharap Indonesia dapat mengadopsi nilai-nilai terbaik dari berbagai pendekatan tersebut untuk memperkuat pembangunan nasional," ujar Irhas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026).

Irhas juga menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari masyarakat. Hal ini diperlukan agar gagasan pembangunan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Sarasehan Kebangsaan bertema "Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" ini digelar bersamaan dengan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Agenda strategis tersebut diikuti oleh para rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di tanah air.

Sementara itu, Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Sutarto, menangkap pesan kuat terkait komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri secara ekonomi. Ia berharap Presiden konsisten mengawal seluruh komponen bangsa demi menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Migas Center UPN Veteran Yogyakarta, Sayoga Heru, menambahkan bahwa visi pembangunan yang disampaikan kepala negara harus segera direspons oleh sektor pendidikan.

"Pemahaman terhadap visi ini penting agar perguruan tinggi dapat menerjemahkannya ke dalam kontribusi nyata sesuai bidang keilmuan masing-masing, guna mendukung kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional," tutur Sayoga. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung rampung 2027 untuk men...

news | 15:00 WIB

Perum Bulog merealisasikan penyerapan beras petani sebesar 4,11 juta ton hingga awal Oktober 2026, melampaui target peme...

news | 14:30 WIB

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq mematangkan strategi baru penanganan karhutla di Kalimantan Selatan berbasis pemetaa...

news | 14:00 WIB

Pomdam Jaya menahan oknum TNI Letkol Arman terkait pengoperasian judi online di rumah dinas KPAD Cijantung, Jakarta Timu...

news | 13:30 WIB

Kementerian Keuangan beberkan 4 faktor utama pemicu PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 52,4 pada...

news | 13:01 WIB