Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Jumat (26/6/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Matamata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk program bantuan pendanaan pendidikan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus Jakarta. Program beasiswa ini ditargetkan mulai terealisasi pada tahun depan.
"Jadi program LPDP itu nilainya yang sudah disepakati di dalam dan akan disampaikan juga dalam APBD, yaitu Rp100 miliar," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pramono menjelaskan, anggaran Rp100 miliar tersebut diproyeksikan mampu membiayai kuliah 50 hingga 75 calon mahasiswa asal Jakarta ke berbagai universitas di luar negeri.
Nantinya, dana program LPDP khusus Jakarta ini akan dikelola langsung oleh pihak Pemerintah Provinsi Jakarta. Namun, untuk mempercepat implementasi, Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng LPDP Pusat.
"Dana yang ada tentunya dana yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta. Tetapi karena untuk mengurus LPDP itu ternyata takes time, butuh waktu yang lama, maka kami bekerja sama dengan LPDP Pusat," jelas Pramono.
Selain dari segi anggaran, Pemprov DKI Jakarta juga memegang kendali penuh dalam menentukan kriteria mahasiswa ibu kota yang berhak menerima beasiswa tersebut. Termasuk di dalamnya adalah menentukan standarisasi kampus hingga jurusan yang dapat dipilih oleh para pendaftar.
"Untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah DKI Jakarta yang akan menentukan," papar Pramono.
Pramono berharap program ini bisa segera terealisasi agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi kesempatan besar bagi anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kancah internasional.
"Kalau ini bisa terealisasi, menurut saya ini sangat baik memberikan kesempatan bagi anak-anak atau mahasiswa Jakarta untuk bisa sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta," pungkasnya. (Antara)
Baca Juga: Italia Tegaskan Tak Terlibat Operasi Militer AS terhadap Iran