Adik korban dari pelaku penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR saat menerima uang senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)
Matamata.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memutuskan untuk menyerahkan hadiah sayembara senilai Rp250 juta kepada keluarga YTR, wanita yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan. Keputusan ini diambil setelah Polda Jabar berhasil menangkap tersangka utama, Taufik Hidayat.
"Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Pak Kapolda kemudian menelepon saya dan meminta agar hadiah tersebut diserahkan kepada keluarga korban sebagai bekal masa depan mereka," ujar Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (26/6/2026).
Menurut Dedi, sayembara yang sempat diumumkannya tersebut terbukti memberikan tekanan psikologis yang besar bagi tersangka. Akibatnya, ruang gerak tersangka menyempit karena merasa terus diawasi oleh masyarakat sebelum akhirnya diringkus di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.
"Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Ke mana pun dia pergi, dia merasa banyak orang yang mengawasi hingga akhirnya kebingungan dan memilih kembali ke Bandung," jelasnya.
Biaya Medis Rp1 Miliar Ditanggung Pemerintah
Selain mengalihkan uang sayembara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan YTR hingga pulih sepenuhnya. Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan medis korban dalam dua pekan ke depan diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Dedi memastikan bahwa anggaran tersebut sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi. Langkah ini diambil agar keluarga korban bisa fokus mendampingi proses pemulihan tanpa harus memikirkan beban finansial.
"Pihak keluarga dipastikan berhenti bekerja sementara waktu karena harus fokus mengurus korban. Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa seluruh pelayanan kesehatan korban dijamin sampai sembuh," tegas Dedi.
Dedi juga mengimbau masyarakat atau simpatisan yang ingin menggalang donasi agar mengalihkan bantuan tersebut untuk kebutuhan jangka panjang korban, bukan lagi untuk biaya rumah sakit.
"Bagi yang ingin berdonasi, silakan dialokasikan untuk membantu kehidupan sehari-hari dan masa depan korban. Sejak saya berkunjung hingga hari ini, kami pastikan kehidupan keluarga yang mendampingi tetap terjamin," pungkasnya. (Antara)
Baca Juga: Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'