Puan Minta PLN Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PLN segera memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang meresahkan warga dan mengganggu ekonomi.

Elara | MataMata.com
Senin, 22 Juni 2026 | 17:12 WIB
Ketua DPR Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye.

Ketua DPR Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye.

Matamata.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir yang mengganggu aktivitas masyarakat di Pulau Jawa. Puan juga meminta PLN transparan dalam menjelaskan penyebab pemadaman yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir tersebut.

Menurut Puan, durasi pemadaman yang cukup panjang telah memicu keresahan masyarakat. Hal ini karena terhentinya aliran listrik berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari hingga sektor perekonomian.

"Saya mencatat adanya pemadaman bergilir di sejumlah daerah di Pulau Jawa karena gangguan pasokan batu bara dan gangguan teknis pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Hal ini tentunya menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang terdampak," ujar Puan di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pada hari yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beserta jajaran telah menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara untuk menjelaskan persoalan tersebut. Puan pun mengapresiasi langkah cepat PLN dalam melaporkan dan mencari solusi atas krisis ini.

Kendati demikian, Puan mengingatkan bahwa komitmen PLN untuk mengurangi pemadaman tidak boleh menghentikan proses evaluasi total. Ia menekankan pentingnya mitigasi, terutama bagi kelompok masyarakat dan sektor yang paling dirugikan.

"Akar masalah penyebab gangguan yang berdampak luas bagi masyarakat harus diketahui secara transparan," tegas Politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Ia menambahkan, saat listrik padam, berbagai sektor krusial mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, komunikasi, hingga pekerjaan di sektor tertentu ikut lumpuh.

Bagi Puan, insiden pemadaman yang berlarut-larut ini mengindikasikan adanya persoalan yang lebih besar terkait ketahanan infrastruktur energi nasional, perlindungan usaha kecil, dan kualitas pelayanan publik.

"Insiden ini harus menjadi pelajaran untuk memperkuat tata kelola sektor energi nasional. Ketahanan energi merupakan fondasi penting bagi investasi, industri, dan pelayanan publik," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Mendag Siapkan Rencana Naikkan Distribusi Minyakita via BUMN Pangan hingga 50 Persen

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mendag Budi Santoso siapkan strategi jaga harga Minyakita tetap Rp15.700/liter dengan menggenjot distribusi BUMN Pangan ...

news | 15:37 WIB

Wamendagri Bima Arya menegaskan Gerakan Indonesia ASRI di Jayapura adalah arahan langsung Presiden Prabowo yang wajib di...

news | 14:08 WIB

Kementan pamerkan teknologi bioreaktor pengubah CPO menjadi bahan bakar nabati B100 di PENAS XVII Gorontalo sebagai lang...

news | 12:57 WIB

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie datangi Beijing untuk jawab langsung surat keluhan investor China kepada Presiden Prabow...

news | 12:26 WIB

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistr...

news | 11:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah membebaskan biaya BPHTB dan PBG guna menggenjot pembangunan perumahan subs...

news | 10:45 WIB

Pakar Hubungan Luar Negeri BPIP Darmansjah Djumala menilai agresi militer Israel ke Lebanon menjadi ganjalan serius bagi...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjenguk ulama kharismatik NTB Tuan Guru Bagu di RSPPN Soedirman Jakarta. Gubernur NTB sebut...

news | 08:15 WIB

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal siap hadiri Musyawarah SP Antara untuk bahas disrupsi digital dan gelombang PHK pek...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya memastikan pasokan batu bara PLN aman mencapai 212 juta ton. Simak penyebab dan so...

news | 06:15 WIB