Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Komisi VII DPR Puji Kinerja Pemerintah

Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga mengapresiasi keberhasilan pemerintah menjaga stok BBM Lebaran 2026 tetap aman meski konsumsi naik 15 persen.

Elara | MataMata.com
Kamis, 26 Maret 2026 | 13:34 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga saat rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-DPR

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga saat rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-DPR

Matamata.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama momentum Lebaran 2026. Stabilitas pasokan dinilai menjadi kunci kelancaran aktivitas mudik masyarakat tahun ini.

Lamhot menyebutkan bahwa absennya kelangkaan di lapangan membuktikan kesiapan matang dari badan terkait. Ia menilai BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan secara terukur.

“Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Namun pada 2026 ini, pemerintah menunjukkan kesiapan yang matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” ujar Lamhot dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima Komisi VII DPR, terjadi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline dan gasoil lebih dari 15 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik. Meski permintaan meningkat tajam, sistem distribusi diklaim tetap stabil tanpa gangguan signifikan.

“BPH Migas berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan dengan baik, terutama dalam menjamin ketersediaan stok di jalur-jalur strategis mudik,” lanjutnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti langkah taktis pemerintah, seperti penambahan stok di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, hingga penyediaan SPBU modular di titik rawan macet. Strategi ini dianggap efektif mencegah kekosongan stok di daerah tujuan mudik.

Selain aspek teknis, Lamhot memuji koordinasi lintas sektor antara Kementerian ESDM, BUMN energi, dan aparat keamanan. Sinergi ini dianggap sebagai faktor krusial di balik kelancaran distribusi energi nasional.

“Ini bukan kerja instan. Ada perencanaan jangka panjang, simulasi kebutuhan, hingga pemetaan risiko yang dilakukan jauh hari. Keberhasilan ini mencerminkan pendekatan teknokratis berbasis data,” tegas Lamhot.

Ia berharap tren positif ini terus terjaga sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di masa mendatang. (Antara)

Baca Juga: KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Jakarta Usai Berlayar 44 Hari dari Italia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KCIC mencatat kenaikan penumpang Whoosh sebesar 11,3% selama Angkutan Lebaran 2026 dengan total 224.827 penumpang. Simak...

news | 13:30 WIB

Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321, resmi bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok,...

news | 13:19 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengapresiasi mundurnya Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo buntut kasus penyiraman ...

news | 12:30 WIB

Mensos Saifullah Yusuf ancam pecat 2.708 pegawai Kemensos, termasuk pendamping PKH, yang mangkir kerja usai libur Idulfi...

news | 11:45 WIB

Kakorlantas Polri dan jajaran Polda Metro Jaya berduka atas gugurnya Brigadir Fajar Permana saat Operasi Ketupat 2026. K...

news | 10:30 WIB

Menaker Yassierli instruksikan pengawas ketenagakerjaan tindak tegas perusahaan yang tak bayar THR 2026. Simak data terb...

news | 09:15 WIB

Wagub Jatim Emil Dardak meminta Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur mewaspadai dampak perang Timur Tengah terhadap ekonom...

news | 08:30 WIB

KPK laporkan 67,98% pejabat telah setor LHKPN 2025. Masih ada 96 ribu penyelenggara negara yang belum melapor hingga ten...

news | 07:15 WIB

China kecam keras aksi anggota militer Jepang yang menyusup ke Kedubes di Tokyo membawa senjata tajam. Beijing sebut ins...

news | 06:00 WIB

Anggota Komisi III DPR Abdullah mengkritik KPK terkait perubahan status penahanan Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai tidak...

news | 16:23 WIB