Gandeng WEF, Indonesia Siap Jadi Pusat Ekonomi Kelautan Dunia di OIS 2026

Indonesia gandeng WEF dan OceanX gelar Ocean Impact Summit 2026 di Bali. Ajang ini jadi langkah strategis Indonesia jadi pusat ekonomi kelautan dunia.

Elara | MataMata.com
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:00 WIB
Arsip - Foto udara, nelayan mencari ikan di Perairan Selat Muna di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/1/2024). (ANTARA FOTO/Jojon/foc.)

Arsip - Foto udara, nelayan mencari ikan di Perairan Selat Muna di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/1/2024). (ANTARA FOTO/Jojon/foc.)

Matamata.com - Indonesia resmi menggandeng World Economic Forum (WEF) untuk menyelenggarakan Ocean Impact Summit (OIS) perdana yang akan digelar di Bali pada 8–9 Juni 2026. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat (hub) ekonomi kelautan global.

Ketua Tim Kerja Sama Multilateral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Desri Yanti, menyatakan bahwa kemitraan dengan organisasi ekonomi dunia tersebut akan mendongkrak kredibilitas OIS di mata internasional.

"Harapannya, Indonesia menjadi hub ekonomi kelautan tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi dunia. Mengingat posisi kita sebagai negara kepulauan terbesar," ujar Desri dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Selain WEF, ajang bergengsi ini juga didukung oleh OceanX, organisasi nirlaba global yang berfokus pada eksplorasi dan inovasi teknologi kelautan. Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, menyebut kerja sama ini akan mendorong lahirnya inovasi pemanfaatan sumber daya laut berbasis ekonomi biru.

Hendra mencontohkan potensi besar penggunaan alga laut untuk industri plastik ramah lingkungan (biodegradable), serta pemanfaatan biota laut dalam untuk sektor biokosmetika dan biofarmakologi.

“Ini akan menjadi industri masa depan. OIS adalah jalan strategis untuk mendorong inovasi dan investasi berkesinambungan agar investor memahami potensi besar Indonesia,” tutur Hendra.

Persiapan forum internasional ini sudah mulai berjalan. Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menambahkan bahwa OIS akan menghadirkan para pemimpin organisasi dunia serta perwakilan negara-negara mitra.

Dukungan penuh WEF terhadap agenda di Bali ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dengan petinggi WEF di Davos, Swiss, pekan lalu. Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di sela-sela pertemuan tahunan WEF 2026 yang dihadiri ribuan pemimpin global. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Danantara Indonesia targetkan laba BUMN capai Rp350 triliun pada 2026. Simak strategi konsolidasi 1.068 BUMN menjadi 221...

news | 20:49 WIB

Presiden Prabowo instruksikan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk tingkatkan cadangan energi nasional jadi 3 bulan dan pan...

news | 20:18 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Perpres kenaikan gaji hakim ad hoc tinggal menunggu tanda tangan Presiden Prabowo. Si...

news | 19:15 WIB

Mensos Saifullah Yusuf jamin pemanfaatan tenda darurat dan dapur umum bagi korban bencana di Sumatera berlanjut hingga h...

news | 17:30 WIB

Sepanjang 2025, KPK gelar 11 OTT dan tetapkan 116 tersangka korupsi. Nama Gubernur Riau hingga mantan Wamenaker masuk da...

news | 10:15 WIB

Kemnaker dorong penyediaan hunian murah dekat tempat kerja guna tekan biaya hidup pekerja hingga 20 persen melalui Progr...

news | 09:30 WIB

CEO GoTo Hans Patuwo pastikan pemberian BHR 2026 bagi mitra pengemudi Gojek dengan kinerja baik. Simak bocoran skema dan...

news | 08:15 WIB

Pemerintah Indonesia memastikan program pendanaan konservasi terumbu karang melalui skema hibah Tropical Forest and Cora...

news | 07:00 WIB

Kapten Timnas Futsal Indonesia Mochammad Iqbal Iskandar beberkan kunci kemenangan 5-0 atas Korea Selatan di Piala Asia F...

news | 06:00 WIB

DPR RI resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI 2026-2031. Ia diharapkan menjadi katalisator kuat a...

news | 16:30 WIB