Rupiah Menguat ke Rp16.780, Menkeu Sebut Bukan Hanya karena Efek Thomas Djiwandono

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan penguatan Rupiah ke Rp16.780 bukan cuma karena terpilihnya Thomas Djiwandono, tapi efektivitas kebijakan BI.

Elara | MataMata.com
Selasa, 27 Januari 2026 | 15:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan sambutan dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan sambutan dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

Matamata.com - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (27/1) tidak semata-mata dipengaruhi oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut Purbaya, faktor utama penguatan ini justru berasal dari langkah kebijakan bank sentral yang dinilai semakin efektif dalam mengendalikan nilai tukar di pasar.

"Bukan karena Pak Thomas saja. Memang langkah bank sentral (BI) sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan. Kita serahkan semuanya ke bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar, dan kita percaya mereka mampu. Dalam waktu sebentar saja rupiah sudah menguat," ujar Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data perdagangan Selasa pagi, nilai tukar rupiah dibuka menguat 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp16.780 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp16.782 per dolar AS.

Faktor Global dan Fiskal Selain faktor domestik, Bendahara Negara ini juga menyoroti sentimen global yang memengaruhi pergerakan mata uang. Ia melihat adanya kecenderungan pelemahan dolar AS dan penguatan yen Jepang melalui upaya kebijakan terkoordinasi (concerted effort) di pasar global.

"Apalagi kalau saya lihat dolar cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan. Kebijakan terkoordinasi seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar mata uang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang," tambahnya.

Purbaya optimistis rupiah masih memiliki ruang untuk menguat lebih jauh. Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan berkomitmen memastikan program ekonomi berjalan tepat sasaran guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.

"Fondasi akan membaik terus ke depan. Investor melihat itu dan mereka masuk ke sini, sehingga rupiah ikut menguat dengan signifikan," tutur Purbaya.

Sebagai informasi, Thomas Djiwandono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, baru saja terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. (Antara)

Baca Juga: Tak Jadi di Bawah Kementerian, DPR Putuskan Polri Tetap Langsung di Bawah Kendali Presiden

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah kabur saat dialog di UGM berakhir ricuh. Ia mengaku sempat dilempar botol hi...

news | 09:15 WIB

Ketua MK Suhartoyo menegaskan putusan gugatan dana pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis target rampung Juli 202...

news | 08:30 WIB

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi p...

news | 07:00 WIB

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB