Di Davos, China Janjikan Dukungan Penuh untuk Perdagangan Bebas Global

Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan bebas global dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1). China memperingatkan bahwa perang tarif hanya akan memberikan guncangan n

Elara | MataMata.com
Rabu, 21 Januari 2026 | 09:15 WIB
Di Davos, China Janjikan Dukungan Penuh untuk Perdagangan Bebas Global

Di Davos, China Janjikan Dukungan Penuh untuk Perdagangan Bebas Global

matamata.com - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan bebas global dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1). China memperingatkan bahwa perang tarif hanya akan memberikan guncangan negatif pada ekonomi dunia.

Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menyatakan bahwa meskipun tantangan terhadap multilateralisme semakin berat, posisi Beijing tetap teguh dalam mendukung keterbukaan ekonomi.

"Sejak tahun lalu, perang tarif dan perdagangan telah menimbulkan guncangan signifikan pada ekonomi dunia serta menjadi tantangan serius bagi perdagangan bebas. Kita harus tegas mempromosikan globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua pihak," ujar He Lifeng di hadapan peserta forum.

Ia mengakui bahwa globalisasi memang belum sempurna dan kerap menimbulkan masalah tertentu. Namun, He Lifeng menegaskan bahwa kembali ke jalur isolasi diri bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, pendekatan terbaik adalah menemukan jalan keluar melalui dialog kolektif untuk mengarahkan globalisasi ke arah yang benar.

Terkait hubungan dagang dengan Washington, He Lifeng menekankan pentingnya stabilitas hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut. Ia mencatat bahwa setelah sempat terlibat perang tarif pada 2025, kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan lewat serangkaian negosiasi.

"Kedua pihak akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi. AS dan China harus saling membantu untuk sukses dan makmur bersama," tambahnya.

He Lifeng juga menyadari bahwa perbedaan sistem sosial, budaya, dan tahap pembangunan antarnegara adalah hal yang wajar. Namun, kunci penyelesaian perselisihan tersebut terletak pada semangat kesetaraan dan rasa hormat melalui konsultasi yang setara.

"Kuncinya adalah menjunjung tinggi semangat saling menguntungkan dan membangun kepercayaan melalui dialog," pungkasnya.

×
Zoomed
TERKINI

Pemerintah pusat menargetkan praktik open dumping sampah berhenti dalam dua tahun. Pemprov Jabar siapkan Pergub dan sank...

news | 17:37 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tegaskan komitmen Polri kawal hak, kesejahteraan buruh, dan sinergi jaga ikli...

news | 17:33 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau dengan cadangan 5 juta ton beras d...

news | 14:20 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik pejabat utama Kejaksaan Agung, termasuk Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana da...

news | 13:42 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengingatkan aturan baru tembakau dalam PP 28 Tahun 2024 berpotensi menekan...

news | 11:41 WIB