Di Davos, China Janjikan Dukungan Penuh untuk Perdagangan Bebas Global

Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan bebas global dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1). China memperingatkan bahwa perang tarif hanya akan memberikan guncangan n

Elara | MataMata.com
Rabu, 21 Januari 2026 | 09:15 WIB
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menghadiri upacara pembukaan Pameran Rantai Pasokan Internasional Tiongkok ketiga dan menyampaikan pidato di Beijing, China (16/7/2025). ANTARA/Xinhua/Gao Jie/aa.

Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menghadiri upacara pembukaan Pameran Rantai Pasokan Internasional Tiongkok ketiga dan menyampaikan pidato di Beijing, China (16/7/2025). ANTARA/Xinhua/Gao Jie/aa.

Matamata.com - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan bebas global dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1). China memperingatkan bahwa perang tarif hanya akan memberikan guncangan negatif pada ekonomi dunia.

Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menyatakan bahwa meskipun tantangan terhadap multilateralisme semakin berat, posisi Beijing tetap teguh dalam mendukung keterbukaan ekonomi.

"Sejak tahun lalu, perang tarif dan perdagangan telah menimbulkan guncangan signifikan pada ekonomi dunia serta menjadi tantangan serius bagi perdagangan bebas. Kita harus tegas mempromosikan globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua pihak," ujar He Lifeng di hadapan peserta forum.

Ia mengakui bahwa globalisasi memang belum sempurna dan kerap menimbulkan masalah tertentu. Namun, He Lifeng menegaskan bahwa kembali ke jalur isolasi diri bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, pendekatan terbaik adalah menemukan jalan keluar melalui dialog kolektif untuk mengarahkan globalisasi ke arah yang benar.

Terkait hubungan dagang dengan Washington, He Lifeng menekankan pentingnya stabilitas hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut. Ia mencatat bahwa setelah sempat terlibat perang tarif pada 2025, kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan lewat serangkaian negosiasi.

"Kedua pihak akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi. AS dan China harus saling membantu untuk sukses dan makmur bersama," tambahnya.

He Lifeng juga menyadari bahwa perbedaan sistem sosial, budaya, dan tahap pembangunan antarnegara adalah hal yang wajar. Namun, kunci penyelesaian perselisihan tersebut terletak pada semangat kesetaraan dan rasa hormat melalui konsultasi yang setara.

"Kuncinya adalah menjunjung tinggi semangat saling menguntungkan dan membangun kepercayaan melalui dialog," pungkasnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

WHO memperingatkan sistem kesehatan Gaza di ambang kehancuran. Stok medis dasar habis dan 18.000 pasien menunggu evakuas...

news | 15:04 WIB

Perum Bulog dan Kementan jamin stok beras nasional aman hingga 324 hari ke depan di tengah gejolak perang Timur Tengah d...

news | 14:36 WIB

China kecam serangan AS-Israel ke Iran dan tegaskan dukungan politik bagi kedaulatan Teheran. Simak laporan lengkap evak...

news | 11:45 WIB

Situs megalit berusia 1.000 tahun di Dongi-Dongi, Poso, diduga dirusak penambang emas ilegal. Simak kronologi dan penjel...

news | 09:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga BBM subsidi berpotensi naik jika harga minyak dunia terus melonjak ...

news | 07:00 WIB

Dua kapal tanker Pertamina terjebak di Selat Hormuz akibat konflik Iran-AS. Pemerintah Indonesia intensifkan negosiasi d...

news | 15:00 WIB

BRIN kembangkan Inacell, material MCC dari limbah tandan kosong sawit untuk industri farmasi & pangan. Solusi ramah ling...

news | 14:15 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman puji hakim PN Batam yang tak vonis mati ABK pembawa 2 ton sabu, sebut hakim sudah ...

news | 13:30 WIB

Kabar baik untuk guru madrasah! Kemenag mulai cairkan TPG secara bertahap pekan ini. Simak jadwal penerbitan SKAKPT taha...

news | 12:00 WIB

Komisi Reformasi Polri siapkan rekomendasi besar untuk Presiden Prabowo, mulai dari revisi 32 regulasi internal hingga e...

news | 11:15 WIB